Optimalkan Produksi Bubuk Kopi Lampung, CV Al Mubarok Butuh Pengadaan Mesin Roasting

Optimalkan Produksi Bubuk Kopi Lampung, CV Al Mubarok Butuh Pengadaan Mesin Roasting

Optimalkan produksi bubuk kopi Lampung, CV Al Mubarok akui butuh pengadaan mesin roasting sesuai kapasitas. (Dian Saptari/Radarlampung.co.id)--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Optimalkan produksi bubuk kopi Lampung, CV Al Mubarok membutuhkan mesin roasting sesuai kapasitas.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi kopi di Lampung.

CV Al Mubarok Bandar Lampung merupakan industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di bidang produksi pengelolaan kopi bubuk sejak tahun 1994.

Sutopo selaku pemilik kopi tiga dunia Lampung menuturkan, IKM kopi bubuk binaan PT Bukit Asam saat ini sudah memiliki 6 varian produksi kopi Lampung yang diolah dengan menggunakan biji berkualitas tinggi.

Di antaranya, Zack Coffee, Jempolan, Jus Coffee, Habatusauda kopi, dan kopi J'dak.

Semua varian kopi diproduksi oleh CV Al Mubarok yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta, Nomor 145, Way Lunik, Bandar Lampung.

"Alhamdulillah dalam sebulan CV Al Mubarok binaan PT Bukit Asam berhasil memproduksi kopi berkisar 6 ton atau sekitar 25 ribu bungkus," katanya, pada Radarlampung.co.id, Rabu 5 Oktober 2022.

Sejauh ini, hasil penjualan kopi bubuk CV Al Mubarok berhasil dipasarkan di luar daerah hingga luar negeri.

Kendati demikian, untuk terus memproduksi kopi secara optimal, diperlukan fasilitas mesin kopi yang lebih efektif.

Sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para UMKM kopi di Lampung.

"Selama 2 tahun, kami belum bisa memproduksi kopi secara optimal. Hal ini dikarenakan fasilitas yang kami butuhkan belum memadai," ungkapnya.

Sutopo mengaku, rusaknya mesin roasting dengan kapasitas 15 Kg yang dimiliki CV Al Mubarok menjadi kendala utama dalam proses produksi kopi Lampung yang berkualitas dan hemat biaya.

"Dengan adanya bantuan fasilitas mesin roasting berkapasitas 15 Kg tentunya sangat membantu para perkerja dalam memproduksi kopi. Baik dari segi waktu maupun ongkos biaya yang dikeluarkan," jelasnya.

Maka dari itu, dirinya berharap, IKM Kopi binaan PT Bukit Asam bisa diberikan arahan dan solusi untuk terus membantu mengembangkan produksi kopi bubuk di Lampung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: