Mengulik Fenomena Streamer Jalanan: Dari Bawah Flyover, Diana Raup Puluhan Juta Rupiah dari Gift Digital
Fenomena streamer jalanan di Bandar Lampung makin marak, mereka ubah trotoar jadi panggung virtual dan hasilkan jutaan rupiah tiap bulan.-Indri Septia Paradila/MK-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Di tengah trotoar Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandar Lampung, suara nyanyian terdengar samar di antara lalu lintas yang terus bergerak.
Seorang perempuan berdiri di bawah flyover yang membentang panjang, menatap ponsel di atas tripod kecil yang merekam setiap lirih suaranya.
Namanya Diana, 35 tahun, pemilik akun TikTok @AdindaPandawa, yang kini mencari nafkah dari tepi jalanan.
Setiap hari, ia rutin live streaming menantang bising kota: pagi di Teuku Umar, malam di kawasan Tugu Adipura.
BACA JUGA:KAPPI Dorong Produktivitas Petani Kopi hingga Tembus 2 Ton per Hektare
Ia tak butuh panggung megah, cukup ruang sempit di bawah flyover dan bayangan beton yang meneduhinya dari panas kota.
Ketika malam datang, lampu jalan menggantikan sorot studio, dan layar ponsel menjadi satu-satunya jendela menuju ribuan penonton.
Modalnya sederhana: ponsel, mikrofon kecil, dan keberanian menantang tatapan orang-orang yang berhenti sejenak di pinggir trotoar.
Tapi jangan salah. Dari aktivitas itu, ia mampu meraup penghasilan hingga sepuluh juta rupiah per bulan lewat gift digital dari penonton.
BACA JUGA:Pemkot Metro Jamin Penyaluran Pupuk Bersubsidi Berjalan Normal
“Kalau ramai bisa tembus sepuluh juta, kalau sepi paling lima atau enam,” ujar Diana, tersenyum malu-malu, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Awalnya ia hanya ibu rumah tangga yang hobi bernyanyi untuk dirinya sendiri. Kini, hobinya berubah jadi sumber nafkah.
Pengikutnya tumbuh cepat, dari seribu menjadi tujuh puluh ribu pengikut dalam hitungan bulan.
Pendapatannya pun tak kecil, paling sedikit seratus ribu rupiah dalam satu sesi siaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
