Mirza Dorong Dunia Usaha Bantu Perkuat Pendidikan dan SDM Lampung
--
RADARLAMPUNG.CO.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pelaku usaha di daerahnya untuk tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan menengah dan vokasi.
Menurut Mirza, dunia usaha memiliki posisi strategis dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di dunia kerja.
“Saya butuh dukungan konkret dunia usaha untuk memperkuat sekolah dan pelatihan vokasi, karena SDM unggul adalah modal utama pembangunan,” ujarnya saat berdialog di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Jumat, 7 November 2025.
Dirinya membeberkan, saat ini hanya sekitar 21 persen lulusan SMA di Lampung yang melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sebagian masih perlu mengikuti pembelajaran remedial dasar.
“Artinya, kita masih perlu kerja keras memperkuat kualitas pendidikan menengah agar anak-anak Lampung siap kerja dan siap kuliah,” katanya.
Mirza juga menegaskan, kemajuan ekonomi daerah tidak akan berarti tanpa didukung SDM yang tangguh. Karena itu, ia mengajak dunia usaha menjalin kolaborasi melalui program pendidikan vokasi, magang industri, dan dukungan CSR yang tepat sasaran.
“Dunia usaha adalah lokomotif ekonomi daerah, dan birokrasi harus jadi mesin pendorong di belakangnya. Kami di Pemprov sedang fokus memperbaiki birokrasi agar lebih cepat dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha,” jelasnya.
Dalam delapan bulan terakhir, Pemprov Lampung gencar melakukan reformasi pelayanan publik untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan kompetitif. Secara ekonomi, Lampung kini menempati posisi keempat tertinggi di Sumatera berdasarkan PDRB, dengan sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar mencapai Rp150 triliun.
Selain mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti singkong, kopi, jagung, gula, dan pisang, Pemprov juga menyiapkan sejumlah program strategis, antara lain pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp4,8 triliun hingga 2029, pengembangan alat pengering hasil panen (dryer), serta penguatan BUMDes produktif lewat program Desaku Maju.
Dari pantauan Radarlampung.co.id, para pelaku usaha turut memberi masukan terkait optimalisasi CSR, kendala regulasi BPJS di sektor kesehatan, dan peluang kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sektor perikanan. Beberapa perusahaan bahkan menyatakan siap menyalurkan CSR secara lebih terarah guna mendukung pembangunan pendidikan dan ekonomi lokal.
Menutup pertemuan, Mirza menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha bukan hanya soal investasi, tetapi tentang membangun manusia Lampung yang unggul dan mandiri.
“Kita ingin Lampung tumbuh bukan hanya karena ekonominya kuat, tapi karena SDM-nya berkualitas. Pendidikan menengah dan vokasi akan menjadi fondasi utama ke sana,” pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
