Chivu Tutup Telinga dari Psywar, Inter Milan Fokus Bertahan di Puncak Serie A
Pelatih Inter Milan, Christian Chivu.--Foto: Instagram/@seriea
RADARLAMPUNG.CO.ID - Cristian Chivu memilih menyalakan mesin fokus Inter Milan.
Pelatih Nerazzurri itu menegaskan timnya siap bertarung sampai tetes keringat terakhir demi menjaga posisi teratas Serie A, tanpa tergoda drama psikologis yang berhembus dari kubu rival.
Inter Milan baru saja memetik kemenangan penting di markas Atalanta pada laga lanjutan Liga Italia, Senin, 29 Desember 2025 dini hari WIB.
Tiga poin di Bergamo menjadi obat mujarab setelah kegagalan menyakitkan di ajang Supercoppa Italiana, sekaligus memastikan Inter Milan menutup tahun sebagai pemuncak klasemen.
BACA JUGA:Duka Mendalam Sepak Bola Spanyol, Pelatih Valencia Putri Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia
Namun, panasnya perburuan Scudetto tak hanya terasa di lapangan.
Komentar Antonio Conte yang menyebut Inter, Juventus, dan AC Milan sebagai kandidat utama juara dinilai sebagai upaya melempar beban psikologis ke pesaingnya.
Chivu pun merespons dengan cara khasnya dengan dingin dan singkat.
Ia menolak terjebak dalam permainan pikiran. Bagi Chivu, suara paling jujur hanya datang dari rumput hijau, bukan dari mikrofon konferensi pers.
“Saya tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan orang lain,” ujar Chivu lugas. Fokusnya tetap tertuju pada kesiapan mental dan konsistensi performa anak asuhnya.
Pelatih asal Rumania itu justru menekankan bahwa musim masih panjang dan penuh tikungan tajam.
Ia menilai Inter Milan harus siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk situasi yang tidak selalu berjalan adil.
“Perjalanan masih jauh. Akan ada momen di mana kami harus melawan banyak hal, termasuk ketidakadilan,” katanya. “Kami sadar, tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma.”
Kemenangan sepak bola atas Atalanta sendiri tak lepas dari sentuhan taktis Chivu. Keputusannya menarik Marcus Thuram yang mulai kehabisan energi dan memasukkan Francesco Pio Esposito terbukti krusial.
Penyerang muda itu langsung memberi dampak nyata lewat assist yang membuka jalan bagi gol Lautaro Martinez.
“Marcus sudah menguras banyak tenaga. Pio masuk dengan mentalitas yang tepat,” jelas Chivu. “Dia membaca situasi dengan baik dan membuat perbedaan.”
Secara keseluruhan, Chivu memuji respon timnya yang mampu bangkit setelah perjalanan panjang dari Riyadh.
BACA JUGA:Prediksi Skor Southampton vs Leicester: Dominasi Bola vs Counter Mematikan, Siapa Menang?
Meski Atalanta menerapkan tekanan man-to-man di babak kedua, Inter tetap mampu mengontrol situasi dan mengunci kemenangan.
“Yang terpenting, kami membuktikannya di lapangan,” tutup Chivu. Sebuah pesan sederhana, namun tajam, bahwa Inter lebih memilih bekerja dalam senyap daripada berisik di luar garis lapangan.
*Peserta Magang Kemnkaer Batch 1
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
