Target 2026, Gubernur Lampung Ingatkan OPD Fokus Pelayanan dan Program Prioritas
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat diwawancarai awak media.-Foto Prima Imansyah Permana/Radar Lampung -
RADARLAMPUNG.CO.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, disiplin internal aparatur, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor pada tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal usai memimpin rapat koordinasi (rakor) atau brifing bersama pejabat eselon II dan III se-Lampung di Balai Keratun Lantai III, Senin 5 Desember 2026.
Gubernur Mirza menjelaskan, rakor tersebut membahas target-target strategis Pemprov Lampung di 2026, khususnya yang menjadi titik tekan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN).
BACA JUGA:Gubernur Mirza Ajak Petani Lampung Ubah Pola Pikir Stop Jual Gabah, Mulai Jual Beras
“Di 2026 ini kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, kita perkuat disiplin internal, serta membangun semangat dan fokus dalam mendorong program-program, baik program pusat maupun provinsi. Selain itu, kolaborasi juga harus semakin diperkuat,” ujar Mirza.
Ia menekankan, pelayanan publik menjadi prioritas utama Pemprov Lampung ke depan. Menurutnya, evaluasi pelaksanaan program sepanjang 2025 menunjukkan masih adanya keluhan masyarakat yang harus ditindaklanjuti secara lebih responsif.
“Pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik. Masih banyak komplain dari masyarakat, dan ini kita minta agar seluruh OPD semakin responsif dan memiliki semangat melayani,” tegasnya.
Dalam rakor tersebut, Mirza juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang akan terus dilanjutkan pada 2026. Salah satunya adalah pengembangan program pupuk cair organik (POC) di seluruh desa di Provinsi Lampung.
“Kita ingin melanjutkan program pupuk cair organik. Targetnya, seluruh desa di Lampung memiliki fasilitas pembuatan pupuk cair. Tahun 2025 kemarin sudah berjalan di sekitar 500 desa dan Alhamdulillah banyak peningkatan yang terjadi,” ungkapnya.
Selain itu, Pemprov Lampung juga melanjutkan program pemasangan dryer atau alat pengering hasil pertanian.
Pada tahun ini, sekitar 100 desa ditargetkan mendapatkan fasilitas tersebut guna memudahkan petani dalam mengeringkan komoditas pertanian.
“Kita lanjutkan juga pemasangan dryer di desa-desa agar pengeringan komoditas lebih mudah dan hasil pertanian memiliki nilai tambah,” katanya.
BACA JUGA:Capaian MCSP KPK Provinsi Melonjak, Gubernur Mirza Kabupaten Kota Tidak Tertinggal
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
