Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidr: Adab Menuntut Ilmu di Era Mudah Menghakimi
Menuntut ilmu bukan sekadar mencari jawaban, tetapi melatih adab dan kerendahan hati, seperti teladan Nabi Musa AS.-instagram/@muslimtechpreneur-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Di tengah ruang publik yang kian bising seperti orang mudah berdebat, cepat menghakimi, dan merasa paling benar, Al-Qur’an menghadirkan pelajaran yang meneduhkan.
Ilmu yang benar melahirkan adab dan kerendahan hati.
Salah satu kisah paling kuat tentang hal ini adalah perjalanan Nabi Musa AS berguru kepada seorang hamba saleh yang Allah beri rahmat dan ilmu khusus, sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Kahf.
Pada kisah ini, Allah mendidik Musa agar manusia paham penilaian cepat sering keliru karena miskin konteks, dan merasa paling tahu bisa merusak ilmu.
BACA JUGA:Sinopsis Air Mata di Ujung Sajadah 2, Kisah Penuh Air Mata Tentang Ibu, Anak, dan Rahasia Lama
Allah menggambarkan tekad Musa mencari guru dan ilmu dengan ungkapan yang kuat:
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِفَتٰىهُ لَآ اَبْرَحُ حَتّٰٓى اَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ اَوْ اَمْضِيَ حُقُبًا ٦٠
Artinya: “(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.'" (Surah Al-Kahf [18]:60)
Perjalanan itu tidak berjalan “lurus”, tetapi disertai tanda yang Allah tentukan.
BACA JUGA:Kisah Inspiratif Kakek Kasran, 80 Tahun, Masih Setia Meraut Bambu dan Harapan
Musa dan pendampingnya membawa ikan sebagai bekal sekaligus petunjuk.
Ketika keduanya singgah di sebuah tempat, mereka lupa ikan itu, lalu ikan tersebut mengambil jalannya ke laut dengan cara yang menakjubkan.
Setelah berjalan lebih jauh dan Musa merasa letih, pendampingnya baru ingat bahwa ikan itu terlepas saat mereka beristirahat di dekat sebuah batu:
قَالَ اَرَاَيْتَ اِذْ اَوَيْنَآ اِلَى الصَّخْرَةِ فَاِنِّيْ نَسِيْتُ الْحُوْتَۖ وَمَآ اَنْسٰىنِيْهُ اِلَّا الشَّيْطٰنُ اَنْ اَذْكُرَهٗۚ وَاتَّخَذَ سَبِيْلَهٗ فِى الْبَحْرِ عَجَبًا ٦٣
BACA JUGA:Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI
Artinya: “Dia (pembantunya) menjawab, ‘Tahukah engkau ketika kita berlindung ke batu itu? Sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu… dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh.’” (Surah Al-Kahf [18]:63)
Musa pun segera menangkap maknanya dan memutuskan kembali ke titik tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
