disway awards

Teks Khutbah Jumat: Menahan Amarah dan Memaafkan Kunci Damai di Rumah dan Masyarakat

Teks Khutbah Jumat: Menahan Amarah dan Memaafkan Kunci Damai di Rumah dan Masyarakat

Khutbah Jumat mengingatkan pentingnya menahan amarah dan menjaga hubungan keluarga-instagram/@tuangurubajang-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Khutbah Jumat hari ini mengingatkan kita bahwa keberkahan hidup sering kali ditentukan oleh hal yang tampak sederhana tetapi dampaknya besar.

Silaturahim yang terjaga dan hati yang lapang untuk memaafkan bisa menjadi pintu rezeki, pintu ketenangan, sekaligus penutup banyak masalah yang selama ini membuat hubungan renggang.

Di awal Januari, saat banyak orang menata rencana baru, Islam mengajarkan bahwa perubahan paling kuat justru dimulai dari perbaikan akhlak dan perbaikan hubungan dengan keluarga serta sesama.

Berikut naskah khutbah Jumat tentang menguatkan silaturahim dan memaafkan agar hidup lebih berkah.

BACA JUGA:Profesi Para Nabi: Teladan Kemandirian dari Pembuat Kapal hingga Perancang Baju Besi

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ غَافِرِ الذَّنْبِ، وَقَابِلِ التَّوْبِ، شَدِيْدِ الْعِقَابِ، ذِي الطَّوْلِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ، إِلَيْهِ الْمَصِيْرُ، دَبَّرَ فَأَحْكَمَ التَّدْبِيْرَ، وَقَدَّرَ وَشَاءَ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً أَسْأَلُ رَبِّي لِي وَلَكُمْ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يُجِيْرَنَا مِنْ نَارِ السَّعِيْرِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْهَادِيَ الْبَشِيْرَ، وَالْقَمَرَ الْمُنِيْرَ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَظِيْمِ، اِتَّقُوا اللهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

BACA JUGA:Dari Sunah Nabi ke Aksi Nyata, YBM PLN Khitan 100 Anak Dhuafa di Bandar Lampung

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. 

Di awal Januari, banyak orang menata langkah baru, memperbaiki target hidup, menguatkan disiplin, serta mengejar ketenangan. 

Namun sering kali ketenangan itu tidak runtuh karena kekurangan harta atau kurangnya kemampuan, melainkan karena hati yang penuh ganjalan, hubungan yang renggang, dan silaturahim yang dibiarkan putus.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

BACA JUGA:Sinopsis Air Mata di Ujung Sajadah 2, Kisah Penuh Air Mata Tentang Ibu, Anak, dan Rahasia Lama

Kadang persoalan bermula dari hal kecil yang diremehkan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: