disway awards

Teknokrat Bersama PSSI Lampung Gelar Pelatihan Wasit Sepak Bola Lisensi C3

Teknokrat Bersama PSSI Lampung Gelar Pelatihan Wasit Sepak Bola Lisensi C3

Foto dok Universitas Teknokrat Indonesia.--

RADARLAMPUNG.CO.ID– Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menggandeng PSSI Provinsi Lampung dalam penyelenggaraan pelatihan wasit sepak bola Lisensi C3.

 Kegiatan ini digelar di Kampus Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung, dan berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Januari 2026.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa Pendidikan Olahraga UTI. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta umum yang berasal dari berbagai Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) di Provinsi Lampung.

Sekretaris PSSI Provinsi Lampung, Mursalin Lamo, mengatakan bahwa kursus Lisensi C3 merupakan tahapan awal dalam sistem perwasitan resmi yang berada di bawah naungan PSSI. Program ini juga menjadi bagian dari agenda wajib organisasi sebagaimana ditetapkan dalam kongres PSSI pusat dan daerah.

“Dalam kalender kegiatan 2024 hingga 2026, PSSI Lampung telah melaksanakan sejumlah kursus perwasitan, termasuk lisensi C3 dan D. Ke depan, kami juga menargetkan pelaksanaan jenjang lanjutan menjelang akhir 2026,” ujar Mursalin, Jumat, 9 Januari 2026.

Ia menambahkan, PSSI menugaskan Kusnadi dan Tommy sebagai instruktur pada pelatihan tersebut. Proses pembelajaran juga didukung sistem digital melalui pemanfaatan aplikasi SIAP Online PSSI, sehingga materi dan evaluasi dapat berjalan lebih efektif.

Mursalin berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas dan kesiapan wasit muda di Lampung agar dapat melanjutkan lisensi ke tingkat C2 hingga C1.

Sementara itu, Dosen Pendidikan Olahraga UTI yang juga bertindak sebagai pelaksana kegiatan, Aditya Gumantan, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional sebelum memasuki dunia kerja.

“Kolaborasi dengan PSSI Lampung menjadi langkah strategis dalam membuka akses dan peluang karier mahasiswa, khususnya di bidang perwasitan sepak bola,” katanya.

Menurut Aditya, mayoritas peserta masih berusia di bawah 30 tahun, sehingga memiliki peluang besar untuk mengembangkan karier jangka panjang. Dengan peningkatan pengalaman dan jenjang lisensi, ia optimistis para peserta dapat dipercaya memimpin pertandingan di tingkat nasional hingga internasional.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait