disway awards

Bursa Ketua Golkar Pringsewu Memanas, Lima Nama Kuat Mulai Mencuat!

Bursa Ketua Golkar Pringsewu Memanas, Lima Nama Kuat Mulai Mencuat!

Bursa Ketua Golkar Pringsewu Memanas, Lima Nama Kuat Mulai Mencuat-Ilustrasi/Foto DPD Golkar Pringsewu For Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golkar Kabupaten Pringsewu dipastikan bakal berlangsung menarik dan penuh dinamika.

Sejumlah nama kader terbaik mulai bermunculan dan digadang-gadang masuk dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Pringsewu.

Nama-nama yang santer terdengar di antaranya Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, Sagang Nainggolan, Ahmad Muslim yang akrab disapa Mat Tehe, kader perempuan Lusi Ariyanti, hingga Ketua DPD Golkar Pringsewu saat ini, Suherman.

BACA JUGA:Harapkan Musda XI Golkar Bandar Lampung Dapat Segera Dilaksanakan

Meski belum secara resmi menyatakan mendaftar, Fauzi secara terbuka menyatakan kesiapannya membesarkan Partai Golkar.

Politisi yang pernah mendampingi H. Sujadi sebagai Bupati Pringsewu itu bukan sosok baru di partai berlambang pohon beringin.

Kiprahnya di Golkar terbilang panjang. Ia pernah tercatat sebagai pengurus Golkar Provinsi Lampung dan aktif di berbagai organisasi internal partai.

“Siap membesarkan Partai Golkar,” ujar Fauzi singkat kepada Radar Lampung Media Group (RLMG).

BACA JUGA:Tanggapi Kabar Kembali ke Partai Golkar, Ardito Akhirnya Buka Suara

Nama lain yang juga menguat adalah Sagang Nainggolan. Mantan anggota DPRD Pringsewu ini secara tegas menyatakan kesiapannya memimpin Golkar Pringsewu jika mendapat amanat partai.

“Dalam waktu dekat Golkar Pringsewu akan melaksanakan Musda. Setiap kader diberi ruang untuk memilih dan dipilih. Saya siap menakhodai Golkar Pringsewu ke depan jika diberikan amanah,” tegas Sagang.

Ia menegaskan bahwa mekanisme Musda telah diatur dalam aturan partai dan mengedepankan musyawarah mufakat dibanding voting.

BACA JUGA:Ardito Wijaya Kembali Berlabuh ke Partai Golkar, Siap Rebut Kursi DPD I?

“Kita menghindari voting karena berpotensi memicu perpecahan internal. Musyawarah mufakat adalah nilai utama yang harus tetap dijaga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: