disway awards

Perkuat Literasi Digital, Pemprov Lampung Dukung Penuh Pelatihan AI Ready ASEAN

Perkuat Literasi Digital, Pemprov Lampung Dukung Penuh Pelatihan AI Ready ASEAN

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka pelatihan AI Ready Asean yang digelar Mafindo secara daring melalui zoom, Rabu (14/1)-Foto Adpim For Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial yang aman, bijak, dan beretika di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan AI Ready ASEAN yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) secara daring melalui Zoom, Rabu (14/1).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan mengapresiasi konsistensi Mafindo Lampung yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat terkait literasi digital dan keamanan ruang siber.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Mafindo dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan digital hari ini dan diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Jihan.

BACA JUGA:DPRD Bandar Lampung Soroti Turunnya Retribusi Parkir Daerah, Dorong Terapkan Digitalisasi

Wakil Gubernur Jihan juga menyoroti peran aktif Mafindo Lampung beserta jejaringnya yang secara berkelanjutan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas.

 Edukasi tersebut mencakup pemanfaatan AI hingga potensi kejahatan siber, melalui kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta.

Menurut Jihan, perkembangan teknologi digital menghadirkan kemudahan sekaligus tantangan serius. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 229 juta orang.

BACA JUGA:Dipanggil Sejak Akhir 2025, Living Plaza Akhirnya Hadiri RDP dengan DPRD Bandar Lampung

“Hampir seluruh keluarga kini hidup berdampingan dengan dunia digital. Anak-anak bisa berada di rumah, tetapi ruang digitalnya menjangkau seluruh dunia. Ini peluang sekaligus risiko,” jelasnya.

Karena itu, Jihan menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendampingi anak-anak menggunakan teknologi digital. Pendampingan tidak hanya sebatas menyediakan akses internet, tetapi juga memastikan nilai, etika, dan arah pemanfaatannya tetap terjaga.

Wakil Gubernur Jihan menambahkan, pemerintah telah mengambil langkah melalui regulasi, salah satunya Peraturan Perundang-undangan Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran orang tua, serta mewajibkan platform digital melindungi anak.

BACA JUGA:Dina Prawitarini Resmi Jadi Pj Sekda Lampung Utara, Ini Tugas Berat yang Menantinya

“Namun regulasi tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif keluarga. Kegiatan AI Ready ASEAN ini penting agar kita tidak tertinggal dari anak-anak kita dalam memahami teknologi,” tegas Jihan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait