Nekat Pakai Seragam Bripka, Polisi Gadungan di Tubaba Diamankan
Foto Ist.--
RADARLAMPUNG.CO.ID– Keinginan kuat untuk menjadi anggota kepolisian mendorong seorang pria bernama Zulhipni, warga Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), melakukan tindakan nekat.
Ia kedapatan menyamar sebagai anggota Polri dengan mengenakan seragam dinas lengkap berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), padahal statusnya adalah warga sipil.
Aksi penyamaran tersebut terungkap di Tiyuh Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Rabu, 14 Januari 2026.
Warga setempat mulai mencurigai keberadaan Zulhipni yang mengaku sebagai anggota kepolisian dan beraktivitas layaknya aparat.
Kecurigaan itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib. Menindaklanjuti informasi masyarakat, petugas langsung mendatangi rumah yang bersangkutan.
Dari lokasi, polisi mengamankan satu set Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Two Tone Polri lengkap dengan atribut pangkat Bripka.
Saat dimintai keterangan, Zulhipni mengaku memperoleh seragam tersebut dengan cara membeli secara daring.
Kepolisian menilai tindakan cepat perlu dilakukan guna mencegah potensi penyalahgunaan atribut negara yang dapat membahayakan masyarakat.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari, membenarkan peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa setelah dilakukan pengecekan data internal, Zulhipni tidak tercatat sebagai anggota Polri.
“Yang bersangkutan mengaku berpangkat Bripka, namun hasil pemeriksaan menunjukkan ia bukan anggota Polri,” ujar Kombes Pol. Yuni, Kamis, 15 Januari 2026.
BACA JUGA:Usai Kapolda Tinjau Lokasi, Empat Saksi Dugaan Ilegal Logging di Pesisir Barat Diperiksa
Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa perbuatan Zulhipni tidak dilatarbelakangi motif kriminal seperti penipuan atau pemerasan. Polisi menemukan adanya faktor psikologis yang memengaruhi perilakunya.
Zulhipni disebut mengalami gangguan kejiwaan serta memiliki obsesi berlebihan untuk menjadi seorang polisi.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kepolisian memilih pendekatan persuasif. Seluruh atribut kepolisian yang dimiliki Zulhipni telah diamankan, sementara pihak keluarga dipanggil untuk memberikan pendampingan intensif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
