Dalil Puasa Bikin Tidur Berpahala, Ini Fakta Status Riwayat dan Makna yang Sebenarnya
Hadis tidur orang puasa ibadah beredar, statusnya tidak sahih.-ilustrasi/Pixabay-
RADARLAMPUNG.CO.ID — Menjelang bulan Ramadhan, kembali beredar di media sosial sebuah teks yang dinisbatkan sebagai hadis.
Hadis tersebut sering dijadikan penguat anggapan bahwa memperbanyak tidur saat puasa otomatis bernilai ibadah.
Berikut redaksi Arab yang banyak beredar
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصَوْمُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
BACA JUGA:Kisah Nabi Idris AS: Teladan Integritas dan Keteguhan Hati Di Tengah Tekanan Hidup
Artinya: “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, puasanya adalah tasbih, doanya dikabulkan, dan amalannya dilipatgandakan.”
Setelah ditelusuri dalam keterangan para ulama ahli takhrij, riwayat tersebut tidak berstatus sahih.
Riwayatnya disebutkan di antaranya oleh Al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman, namun dinilai lemah.
Al-Hafizh Al-‘Iraqi menilai hadis ini dhaif dalam Takhrij Ihya’ ‘Ulumiddin, dan Syaikh Al-Albani juga mendhaifkannya dalam Silsilah al-Ahadits ad-Dha‘ifah nomor 4696.
BACA JUGA:Kisah Nabi Adam dan Iblis: Akar Rasisme Berawal dari Merasa Lebih Mulia
Dengan status dhaif, riwayat ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkan keutamaan khusus secara pasti bahwa “setiap tidur orang berpuasa” otomatis bernilai ibadah.
Selain itu, ada redaksi lain yang juga sering beredar dan dinukil dalam sebagian kitab, namun penilaiannya juga lemah.
Redaksi yang dimaksud sebagai berikut:
الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ وَإِنْ كَانَ رَاقِدًا عَلَى فِرَاشِهِ
BACA JUGA:Profesi Para Nabi: Teladan Kemandirian dari Pembuat Kapal hingga Perancang Baju Besi
Artinya: “Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur di atas ranjangnya.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
