3 Saham Ini Berpeluang Cuan Saat IHSG Masih Tertekan dan Risiko Global Belum Mereda
BRI Danareksa merekomendasikan tiga saham berpotensi trading saat IHSG rawan koreksi dan sentimen global belum pulih.-Ilustrasi Foto: Pixabay-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Pasar saham domestik diperkirakan masih berada dalam fase koreksi pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, seiring tekanan eksternal dan domestik yang berlanjut.
Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup melemah 1,36% ke level 9.010 dengan aksi net sell asing Rp1,88 triliun di pasar reguler.
BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan berasal dari kombinasi sentimen global dan domestik, terutama pelemahan rupiah serta meningkatnya risiko capital outflow.
Risiko tersebut dipicu wacana tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menekan pasar keuangan global.
BACA JUGA:Hadist Sering Jadi Vonis Saat Ramadan: Puasa yang Ditinggalkan Tidak Bisa Ditebus di Hari Lain?
Dari sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%, namun kebijakan tersebut belum menahan tekanan jual.
“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan support di 8.948 dan resistance di 9.035,” tulis BRI Danareksa Sekuritas, Kamis, 22 Januari 2026.
Menurut broker tersebut, tekanan diperkirakan berlanjut selama sentimen global dan pergerakan nilai tukar rupiah belum membaik.
Sektor komoditas, khususnya emas, tetap menarik dicermati setelah harga mencetak all-time high di kisaran 4.800 didorong permintaan aset safe haven.
Di pasar global, indeks Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones naik 1,21%, S&P 500 menguat 1,16%, dan Nasdaq naik 1,18%.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham berikut ini untuk strategi trading pada Kamis, 22 Januari 2026:
ANTM
Pada grafik satu jam, saham ANTM berada di area pullback dengan support 4.110–4.180 dan tren masih bullish selama bertahan di atas area tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
