Gubernur Mirza Tegaskan Solusi Permanen Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Gubernur Mirza saat memimpin Dialog Gerakan Bersatu dengan Alam dalam rangka mitigasi konflik gajah dan manusia di Balai TNWK, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu 24 Januari 2026.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID— Keseriusan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam menuntaskan konflik gajah dan manusia di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali ditegaskan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan penanganan konflik tidak lagi bersifat sementara, melainkan melalui langkah pembangunan batas permanen permanen berbasis kajian teknis dan aspirasi langsung masyarakat desa penyangga.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Mirza saat memimpin Dialog Gerakan Bersatu dengan Alam dalam rangka mitigasi konflik gajah dan manusia di Balai TNWK, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu 24 Januari 2026.
Dalam forum yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah, hingga tokoh masyarakat tersebut, Mirza menjelaskan dialog tersebut secara khusus digelar untuk menyerap aspirasi, keluhan, dan usulan masyarakat desa penyangga TNWK yang selama puluhan tahun terdampak konflik dengan gajah liar.
Masukan masyarakat akan menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan mitigasi konflik yang bersifat permanen dan berkelanjutan.
“Ini bukan acara seremonial. Kami datang untuk mendengar langsung masyarakat karena merekalah yang paling merasakan dampak konflik ini. Solusi ke depan harus berangkat dari kondisi riil di lapangan,” ujar Mirza.
Menurutnya, konflik gajah dan manusia di Way Kambas tidak lagi bisa diselesaikan dengan pendekatan sementara.
Pemerintah menargetkan pembangunan batas kawasan permanen sepanjang sekitar 60 hingga 70 kilometer yang disesuaikan dengan karakter wilayah, mulai dari rawa, sungai, hingga tanah keras.
“Tim teknis akan langsung turun melakukan feasibility study. Kita pastikan pembatas ini kuat, ramah lingkungan, tidak mengganggu pergerakan gajah, dan tidak merugikan masyarakat,” katanya.
Mirza juga mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Way Kambas sangat serius.
Presiden Prabowo Subianto, kata dia, menjadikan konflik gajah dan manusia di TNWK sebagai isu prioritas nasional, bahkan dibahas dalam kerja sama strategis internasional.
Way Kambas diproyeksikan menjadi percontohan konservasi nasional bagi 57 taman nasional di Indonesia yang menghadapi persoalan serupa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

