Tangani Konflik Gajah, TNWK Dorong Honor MMP hingga Tanggul Permanen
Gajah-gajah tengah berada di sapan Taman Nasional Way Kambas.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus memperkuat langkah penanganan konflik antara gajah dan manusia yang kerap terjadi di desa-desa penyangga kawasan konservasi tersebut.
Kepala TNWK, MHD Zaidi mengatakan, salah satu upaya yang tengah didorong adalah peningkatan kesejahteraan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang selama ini berperan aktif dalam pengamanan kawasan dan mitigasi konflik satwa liar.
“Sementara yang lagi kita upayakan adalah peningkatan honor MMP. Ini sedang kita usulkan ke Pak Menteri, mudah-mudahan bisa disetujui karena cukup membantu teman-teman MMP di lapangan,” kata Zaidi di TNWK, Sabtu 24 Januari 2026.
Selain itu, TNWK juga mengusulkan pembangunan gubuk-gubuk jaga di titik-titik rawan konflik sebagai sarana pemantauan dan respons cepat apabila terjadi pergerakan gajah ke wilayah permukiman.
BACA JUGA:Gubernur Mirza Tegaskan Solusi Permanen Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Tak hanya itu, TNWK bersama Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mempersiapkan pembangunan tanggul permanen di sepanjang batas kawasan TNWK dengan desa-desa sekitar, sebagaimana disampaikan Gubernur Lampung sebelumnya.
“Saat ini, dari total sekitar 122 kilometer batas kawasan dengan desa, masih dilakukan survei oleh tim design engineer civil engineering. Mereka sedang melakukan pemetaan dan survei lapangan,” jelas Zaidi.
Menurutnya, hasil survei tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan model tanggul yang paling sesuai dengan kondisi lapangan. Pasalnya, karakter tapak di sepanjang batas kawasan sangat beragam.
“Ada yang berupa rawa, tanah keras, bahkan sungai. Jadi model tanggulnya tidak bisa disamaratakan, akan disesuaikan dengan kondisi existing di lapangan. Ini masih dalam proses,” ujarnya.
BACA JUGA:Promo JSM Alfamart 23-25 Januari 2026: Minyak Goreng 2L Turun Harga, Harumas Cuma Rp36 Ribuan!
Zaidi berharap, melalui kolaborasi lintas pihak serta dukungan pemerintah pusat dan daerah, upaya mitigasi konflik gajah dan manusia di Way Kambas dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
