BPBD Lampung Fokus Perkuat Desa Tangguh dan Antisipasi Gempa Megathrust di 2026
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyiapkan strategi dalam program kerja tahun 2026.
Startegi yang dilakukan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi dan ancaman gempa megathrust.
Salah satu target utama BPBD Lampung pada 2026 adalah membentuk 50 Desa Tangguh Bencana (Destana) serta 4 Kecamatan Tangguh Bencana di wilayah rawan bencana.
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah Desa Tangguh Bencana di Lampung masih terbatas.
BACA JUGA:Hadirkan Asesor UI Dan ITB, Unila Perkuat Mutu Pendidikan Doktor MIPA
“Target 2026 kami akan membentuk sekitar 50 Desa Tangguh Bencana baru. Saat ini total Desa Tangguh Bencana di Lampung diperkirakan baru sekitar 80 desa,” ujar Rudy saat ditemui diruang kerjanya, Selasa 27 Januari 2026.
Selain penguatan di tingkat desa, BPBD Lampung juga akan mengembangkan Kecamatan Tangguh Bencana yang memiliki cakupan masyarakat lebih luas. Penetapan empat kecamatan tersebut masih dalam tahap asesmen.
“Prioritas kami adalah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir, longsor, dan tsunami, seperti Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Bandar Lampung, dan Pesawaran,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan program Desa Tangguh Bencana, BPBD Lampung akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera).
BACA JUGA:Sajian Hari Keempat DBL Lampung: Perebutan Tiket Krusial dan Kembalinya Sang Juara
“Kami menyusun dokumen rencana kontinjensi, jalur evakuasi, hingga simulasi atau gladi bencana bersama masyarakat. Prinsipnya, masyarakat harus terlibat aktif agar benar-benar siap dan mandiri saat bencana terjadi,” kata Rudy.
Terkait potensi gempa megathrust dan tsunami, BPBD Lampung menyebut upaya edukasi dan simulasi kesiapsiagaan telah dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan instansi pemerintah maupun sekolah-sekolah.
BPBD Lampung juga telah memiliki dokumen rencana kontinjensi khusus tsunami sejak 2018 yang kemudian diperbarui pada 2022.
Saat ini, BPBD Lampung menerima bantuan enam unit Early Warning System (EWS) melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) Bank Dunia yang disalurkan BNPB dan telah dipasang di enam desa di Lampung Selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
