Unila Perkuat Riset Ekonomi Sirkular Lewat Kolaborasi Internasional SATREPS
Unila Perkuat Riset Ekonomi Sirkular Lewat Kolaborasi Internasional SATREPS.-Foto. Universitas Lampung -
RADARLAMPUNG.CO.ID– Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan riset berkelanjutan melalui kolaborasi internasional Program SATREPS Bio-Circular Economy.
Program ini melibatkan berbagai mitra nasional dan internasional, di antaranya BRIN, ITB, Unpad, GGP, PT Agrinal, PT Santomo Indonesia, Kobe University, JIRCAS, serta The University of Shimane.
Kolaborasi riset tersebut mengusung program bertajuk “Development of Integrated Bio-Circular Economy from Food and Energy Estate Waste Fraction to Bio-fuel and Bio-chemicals”.
Program ini menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi limbah pangan dan energi menjadi sumber energi terbarukan.
BACA JUGA:Unila Kenalkan Kehidupan Kampus Kepada Siswa Ponpes Shuffah Hizbulloh Dan Madrasah Al-Fatah
Serta bio-kimia bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi hijau di Indonesia.
Sebagai bagian dari implementasi program, Unila menerima kunjungan kerja delegasi Jepang dalam pertemuan strategis yang digelar di Dekanat Fakultas Pertanian Unila lantai dua, Jumat (30/1/2026).
Pertemuan ini menjadi forum penguatan koordinasi riset, evaluasi progres kegiatan, serta pembahasan arah pengembangan kerja sama ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Unila Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Koordinator Tim Riset SATREPS Unila Prof. Dr. Eng. Ir. Udin Hasanudin, M.T., Dekan Fakultas Pertanian Unila Dr. Kuswanta Futas Hidayat, tim riset Unila, serta delegasi Jepang yang terdiri dari Dr. Shimpei Aikawa dari JIRCAS dan Mr. Toshi Saruta dari JICA.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ayi Ahadiat menegaskan bahwa kerja sama riset internasional ini memiliki dampak strategis, tidak hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi dan lingkungan.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana riset dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Integrasi antara riset, industri, dan kebijakan publik akan mempercepat lahirnya solusi nyata dalam pengelolaan limbah, pengembangan energi terbarukan, serta penguatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Unila berkomitmen menjadikan riset sebagai motor penggerak pembangunan daerah dan nasional melalui kemitraan global yang produktif.
Sementara itu, Koordinator Tim SATREPS Bio-Circular Economy Unila Prof. Dr. Eng. Ir. Udin Hasanudin, M.T., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menghasilkan luaran nyata, baik berupa inovasi teknologi, model pengelolaan limbah terpadu, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
