Diduga Lupa Cabut Charger Handphone Saat Ditinggal Pergi, Rumah Warga Di Pringsewu Dilahap Si Jago Merah
Diduga Lupa Cabut Charger HP Saat Ditinggal Pergi, Rumah Warga di Banyumas Pringsewu Ludes Terbakar.-Foto Dok.Warga-
RADARLAMPUNG.CO.ID– Diduga lupa mencabut charger handphone (dalam kondisi tercolok, satu unit rumah tinggal milik Asnah (65) di Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, ludes dilahap si jago merah pada Rabu, 4 Februari 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik dari alat pengecas telepon genggam yang ditinggal di atas kasur.
Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api berasal dari kamar belakang.
"Sebelum kejadian, cucu korban bernama Haifa (9) sempat mengecas handphone di atas kasur di dalam kamar. Namun, ponsel tersebut ditinggalkan karena ia harus mengikuti kegiatan sekolah. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu kebakaran," ujar AKP Juniko.
BACA JUGA:Polres Pringsewu Catat 510 Pelanggaran Lalu Lintas Dalam Tiga Hari Operasi Keselamatan Krakatau
Kebakaran pertama kali disadari oleh cucu korban lainnya, Rafa (13), yang saat itu berada di dalam rumah. Rafa mencium bau asap menyengat dan saat diperiksa, api sudah membesar di area kamar belakang.
"Saksi Rafa langsung lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Warga sekitar, termasuk saksi Gunadi, sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena material rumah banyak yang mudah terbakar, api cepat meluas," tambahnya.
Api baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Satgas Damkar Pos Sukoharjo dan Komplek Pemkab Pringsewu tiba di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu, Nang Abidin Hasan, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan.
BACA JUGA:Wabup Pringsewu Umi Laila: Usulan Pembangunan Kecamatan Wajib Sejalan Dengan Prioritas Kabupaten
"Rumah berukuran 8x9 meter beserta isinya terbakar hampir seluruhnya. Meski kerugian materi ditaksir mencapai Rp 70 juta, kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," jelas Nang Abidin.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan perangkat elektronik.
"Kami mengimbau warga agar tidak meninggalkan pengisi daya tetap terhubung ke stopkontak jika tidak digunakan, apalagi meletakkannya di atas benda yang mudah terbakar seperti kasur atau sofa, karena risiko korsleting sangat tinggi," pungkas AKP Juniko.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
