disway awards

Gubernur Mirza dan BI Sepakat Perkuat Hilirisasi, Ekonomi Lampung Ditarget Naik 2026

Gubernur Mirza dan BI Sepakat Perkuat Hilirisasi, Ekonomi Lampung Ditarget Naik 2026

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat kinerja komoditas unggulan daerah.

Fokus utama pada sektor pertanian sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka usai rapat koordinasi Rekomendasi Penguatan Kinerja Komoditas Strategis yang digelar di Ruang Sakai Sambayan, Kamis 5 Februari 2026.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan rapat tersebut merupakan langkah Pemprov meminta pendampingan Bank Indonesia dalam menyusun strategi penguatan ekonomi Lampung ke depan.

BACA JUGA:Diduga Lupa Cabut Charger Handphone Saat Ditinggal Pergi, Rumah Warga Di Pringsewu Dilahap Si Jago Merah

“Alhamdulillah hari ini kami rapat koordinasi dengan Bank Indonesia,” kata Mirza.

“BI kami minta mendampingi Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menjaga keseimbangan, dan memaksimalkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Mirza, Bank Indonesia telah memotret kondisi ekonomi Lampung dan memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan yang perlu dilakukan bersama Pemprov.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto menegaskan BI mendorong penguatan lapangan usaha utama Lampung, khususnya sektor pertanian.

BACA JUGA:iPhone 17e Siap Meluncur Maret, Kamera Sensor 40 MP Lebih Tajam Dari Sebelumnya

“Tentu pijakannya adalah memperkuat lapangan usaha utama Provinsi Lampung,” ujar Bimo.

“Dalam hal ini lapangan usaha pertanian karena dukungannya yang sangat besar,” lanjutnya.

Namun, Bimo mengingatkan sektor pertanian yang bergantung pada komoditas primer memiliki risiko tinggi akibat cuaca ekstrem dan volatilitas harga.

Karena itu, diperlukan penguatan agar sektor pertanian lebih tangguh, produktif, dan mampu memberikan nilai tambah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait