disway awards

Wujudkan Kampus Anti-Korupsi, Unila Lakukan Pengisian LKE Zona Integritas 2026

Wujudkan Kampus Anti-Korupsi, Unila Lakukan Pengisian LKE Zona Integritas 2026

Wujudkan Kampus Anti-Korupsi, Unila Lakukan Pengisian LKE Zona Integritas 2026. -Foto Unila-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Universitas Lampung (Unila) terus menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan transparan. 

Langkah strategis ini dibuktikan dengan digelarnya rapat kerja dan pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas (ZI) tahun 2026.

​Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai Dua Rektorat Unila, menjadi momentum penting bagi seluruh unit kerja di lingkungan 'Kampus Hijau' tersebut untuk melakukan refleksi mendalam.

​Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., saat membuka acara menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah sebuah kewajiban moral.

BACA JUGA:Unila Resmi Launching SNPMB 2026:Sediakan 9.915 Kursi, Rektor Tekankan Seleksi PROAKTIF

​"Ini bukan sekadar urusan administratif atau mengisi dokumen di atas kertas. Ini adalah komitmen institusional kita untuk memastikan seluruh layanan publik dan manajemen SDM dijalankan dengan prinsip good governance," ujar Prof. Lusmeilia di hadapan para pimpinan universitas dan fakultas.

​Menurut Prof Lusmeilia, pengisian LKE memiliki posisi yang sangat krusial. Dokumen ini dianggap sebagai cerminan objektif mengenai sejauh mana Unila telah berbenah. 

Pengisian LKE ini dilakukan, dengan, ​Akurasi Tinggi, seperti, berdasarkan data riil di lapangan.

Lalu, Sebagai ​Bukti Dukung Valid dengan menyiapkan dokumen pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:BEM Unila: Polri Tetap Di Bawah Presiden Demi Cegah 'Matahari Kembar' Dan Jaga Demokrasi

Kemudian, sebagai alat refleksi organisasi untuk melihat area yang perlu diperbaiki

​Dalam arahannya, Prof. Lusmeilia juga menekankan bahwa keberhasilan ZI tidak hanya diukur dari predikat WBK/WBBM yang diraih, tetapi dari perubahan budaya kerja.

​"Integritas harus tercermin dalam setiap pengambilan keputusan, pengelolaan anggaran, hingga pelayanan akademik kepada mahasiswa. Kita ingin publik semakin percaya pada kredibilitas Unila," tambahnya.

Prof Lusmeilia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para koordinator dan admin ZI di tingkat fakultas dan unit kerja yang telah menjadi garda terdepan dalam pengawalan data dan monitoring program.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait