disway awards

Dalil Hadis Tentang Puasa Ramadan Ketika Safar, Ini Penjelasan Sanad dan Catatan Ulama Hadis

Dalil Hadis Tentang Puasa Ramadan Ketika Safar, Ini Penjelasan Sanad dan Catatan Ulama Hadis

Puasa di perjalanan bergantung kemampuan karena keringanan safar adalah bentuk rahmat.-ilustrasi/Freepik-

RADARLAMPUNG.CO.ID — Dalam pembahasan fikih puasa, kondisi safar sering menjadi tema penting karena Islam memberi keringanan bagi musafir. 

Oleh Sebab itu, sebagian orang mencari dalil yang menjelaskan apakah lebih utama tetap berpuasa saat safar atau justru mengambil rukhsah dengan berbuka.

Di antara kalimat yang disebut sebagai dalil hadis adalah pernyataan bahwa berpuasa Ramadan ketika safar sama seperti berbuka ketika tidak safar, sehingga kesannya berpuasa saat safar adalah pilihan yang keliru.

Riwayat tersebut dinisbatkan kepada Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan redaksi:

BACA JUGA:Dalil Hadis Bersiwak Saat Puasa, Ini Penilaian Ulama Sekaligus Cara Mengamalkan

صَوْمُ رَمَضَانَ فِي السَّفَرِ كَالْفِطْرِ فِي الْحَضَرِ.

Artinya: “Berpuasa Ramadan saat safar seperti berbuka saat hadir.”

Riwayat ini disebutkan dalam beberapa kitab.

Di antaranya An-Nasa’i (no. 2284), Ibnu Majah (no. 1666), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (no. 8962), Al-Bazzar (no. 1025), dan rujukan lain yang menyebut jalur periwayatannya.

BACA JUGA:Dalil Hadis Tentang Mustajabnya Doa Orang Berpuasa, Ini Riwayatnya

Dalam takhrij ringkas, riwayat ini melalui jalur Usamah bin Zaid dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdirrahman dari ayahnya Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu secara marfu.

Akan tetapi, para ulama hadis memberikan catatan yang membuat riwayat ini tidak bisa dijadikan sandaran kuat.

Salah satu masalah yang disebut adalah kelemahan pada Usamah bin Zaid, karena sejumlah ulama menilainya bermasalah dalam periwayatan.

Ibnu Hibban rahimahullah menyatakan bahwa Usamah bin Zaid lemah dan sering memarfukan khabar yang seharusnya mauquf serta menyambung riwayat yang semestinya terputus.

BACA JUGA:Dalil Hadis Tentang Penyebutan Ramadan, Ini Penjelasan Ulama dan Kesimpulan Hukumnya

Imam Al-Bukhari rahimahullah juga menukil bahwa Ibnu Ma‘in melemahkannya, sementara Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyebut kelemahannya dari sisi hafalan, dan keterangan ini dinukil dalam Tahdzibut Tahdzib (1/207).

Selain kelemahan perawi, ada catatan lain yang tidak kalah penting, yaitu keterputusan sanad.

Syaikh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi rahimahullah menjelaskan bahwa sanad dalam Az-Zawa’id terputus.

Lalu beliau menegaskan bahwa Usamah bin Zaid disepakati kelemahannya dan Abu Salamah bin Abdirrahman tidak mendengar dari ayahnya sedikit pun, sebagaimana disebut oleh Ibnu Ma‘in dan Al-Bukhari.

BACA JUGA:Qadha Puasa Ramadan Boleh Diselang Seling atau Harus Berurutan, Ini Penjelasan Dalil Hadis

Keterangan ini dinukil dalam Ta‘liq Sunan Ibn Majah (1/532) pada pembahasan riwayat tersebut.

Sejalan dengan itu, para ulama juga menyatakan bahwa riwayat ini tidak dapat ditegakkan sebagai dalil yang kuat.

Dalam Sunan Ibn Majah pada hadis no. 1666, disebut komentar yang menilai riwayat ini “tidak ada apa apanya”.

Imam Al-Baihaqi rahimahullah menjelaskan bahwa riwayatnya mauquf dan sanadnya terputus, sementara jalur yang marfu pun lemah, sebagaimana beliau sebut dalam Sunan (4/244).

BACA JUGA:Dalil Hadis Ramadan Paling Berat bagi Munafik, Ini Status Rujukan dan Penilaian Ulama Hadis

Syaikh Al-Albani rahimahullah juga menilai riwayat ini sebagai hadis munkar dalam Silsilah Adh-Dha‘ifah (1/713).

Dengan demikian, pembaca dapat memahami bahwa kalimat “berpuasa Ramadan saat safar seperti berbuka saat hadir” tidak bisa dipastikan sebagai sabda Nabi karena riwayatnya lemah dan sanadnya bermasalah.

Kesimpulan ini membantu agar seseorang tidak mudah menilai pilihan orang lain ketika safar hanya berdasarkan riwayat yang tidak kuat.

Pada saat yang sama, keringanan bagi musafir tetap merupakan ajaran yang jelas dalam syariat, dan praktik puasa saat safar perlu mempertimbangkan kemampuan serta kemaslahatan masing masing.

BACA JUGA:Dalil Hadis Ramadan Sepanjang Tahun, Ternyata Ini Status Riwayatnya Menurut Ulama

Semoga Allah memberi kita taufik untuk berpegang pada dalil yang sahih, serta dimudahkan memahami keringanan syariat dengan ilmu yang benar dan adab yang baik.

 

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: