Ramadhan Tinggal Hitung Hari, Gubernur Lampung Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali
Gubernur Lampung, Ramad Mirzani Djausal pimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Bank Indonesia Provinsi Lampung pada Selasa (9/2). Foto: Anaqotus Salsabila--
RADARLAMPUNG.CO.ID - Ramadhan tinggal menghitung hari, aktivitas masyarakat pun mulai ramai oleh berbagai macam permintaan dan harga pun kerap rawan naik.
Oleh karena itu, Menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Gubernur Lampung : Rahmat Mirzani Djausal bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia menggelar High Level Meeting di Kantor Bank Indonesia Provinsi Lampung, Selasa (9/2).
Pertemuan tersebut bukan sekadar rapat koordinasi biasa dan fokusnya jelas yakni menjaga pasokan tetap aman, harga tetap terkendali, dan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang.
“Baru saja kami melaksanakan high level meeting bersama TPID dalam rangka persiapan Ramadan dan Lebaran. Kita cek semua persiapan stok, kebutuhan energi, distribusi, logistik, dan lain-lain,” ujar Mirzani.
Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan masyarakat Lampung dapat berbelanja tanpa dihantui lonjakan harga.
“Intinya kita ingin di Ramadan dan Lebaran ini masyarakat Lampung bisa belanja, harganya tidak naik, supply terjamin, dan bisa merasakan ibadah dengan khusyuk,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah menggelar pasar murah di sejumlah wilayah.
BACA JUGA:Dukung Kelancaran Aktivitas, Pemkab Pringsewu Serahkan Mobil Operasional untuk BAZNAS
Intervensi ini dinilai efektif menahan gejolak harga yang biasanya terjadi ketika permintaan meningkat tajam.
“Pasar murah ini upaya stabilisasi harga. Ketika pasokan mulai bergerak dan harga berpotensi naik, kita intervensi. Ini juga untuk menghindari spekulan dan penimbunan komoditas,” jelas Gubernur.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kenaikan harga.
“Kita sudah cek supply, demand, neraca, serta mitigasi pencegahan kelangkaan. Insya Allah sebulan ke depan bahkan setelah Lebaran tidak ada kelangkaan BBM dan LPG,” katanya optimistis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
