disway awards

Berawal dari Cuci Piring di Korea, Om Koala Sukses Bangun Kuliner Hits Dekat Museum Lampung

Berawal dari Cuci Piring di Korea, Om Koala Sukses Bangun Kuliner Hits Dekat Museum Lampung

obongankoalasuper99 hadir berikan rasa kuliner yang beda di Bandarlampung.-Foto.Sintia Maharani-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Di balik nama unik obongankoalasuper99, tersimpan filosofi hidup yang menjadi pegangan Om Koala dalam membangun usahanya. 

Menilai koala sebagai simbol ketenangan dan konsistensi dalam berproses.

Tahukah Anda? Perjalanan merintis usaha Om Koala tidak dimulai dari modal besar dan tempat mewah.

Hal itu disampaikan oleh Ady, atau yang akrab disapa Om Koala, pemilik usaha kuliner obongankoalasuper99 yang kini dikenal warga Bandar Lampung.

BACA JUGA:Angin Sepoi Pedesaan Hingga Hangatnya Kebersamaan Sambil Destinasi Kuliner Di Pawon Tepi Sawah Lampung Timur

Usaha ini beroperasi di dekat  Museum Lampung dan aktif berjualan saat car free day (CFD) di Universitas Lampung, tepatnya di blok F02.

"Karena bagi saya, koala itu santai. Saya sudah pernah kerja terlalu kencang, ngejar ambisi terlalu cepat, akhirnya saya terjatuh. Koala itu pelan, tapi dia pasti sampai ke tujuannya. Prosesnya pelan, tapi hasilnya sampai," ujar Om Koala.

Saat ini, operasional obongankoalasuper99 di lokasi Museum Lampung dibuka mulai pukul 17.00 hingga 02.00 WIB, dengan last order 30 menit sebelum tutup. Selama Ramadan, jam operasional dimajukan menjadi pukul 16.00 hingga 01.00 WIB.

Sementara di lokasi Unila, pada hari normal buka setiap Sabtu dan Minggu pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Khusus Ramadan, lapak di Unila dibuka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 18.30 WIB.

BACA JUGA:Menyantap Soto di Tengah Hamparan Sawah, Warung Soto Pakde Jadi Oase Kuliner di Kota Metro Lampung

Usaha ini pertama kali berdiri pada November 2025. Meski terbilang cepat berkembang, Om Koala menegaskan bahwa kesuksesan tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam hidupnya.

"Ini terlihat cepat, tapi jangan lihat cepatnya. Kualitas saya sekarang karena proses hidup saya sebelumnya," katanya.

Sebelum membuka usaha kuliner hits di Lampung, Om Koala sempat merantau dan bekerja di Korea Selatan selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan di bidang kuliner. Ia memulai dari pekerjaan mencuci piring, lalu menjadi asisten, hingga akhirnya dipercaya di bagian sate.

"Di bagian posisi itu, saya bikin kimbab, sate, mandu, kimchi, atau lebih ke makanan sampingan, bukan makanan utama. Dari situ saya lihat bisnis ini menguntungkan. Sebab, orang datang pasti beli lebih dari satu. Bahkan benar, saya pun mengalami, pernah ada transaksi sekali beli sampai Rp558 ribu," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait