disway awards

Misi Comeback di GBLA, Persib Bandung Siap Balikkan Agregat Kontra Ratchaburi

Misi Comeback di GBLA, Persib Bandung Siap Balikkan Agregat Kontra Ratchaburi

Para Pemain Persib Bandung Saat Latihan. Foto: Instagram/@persibfutbol--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Laga penentuan menanti Persib Bandung. Maung Bandung akan menjalani leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two dengan satu misi besar membalikkan agregat atas Ratchaburi FC.

Bermain di kandang sendiri, Stadion Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib tak hanya membawa taktik dan strategi, tetapi juga harga diri dan harapan jutaan pendukungnya.

Pelatih Bojan Hodak menegaskan bahwa kekalahan di pertemuan pertama menjadi bahan evaluasi penting. Ia memastikan timnya telah mempelajari celah dan kelemahan yang muncul sebelumnya.

Fokus utama Persib adalah tampil disiplin sejak menit pertama, meminimalkan kesalahan individu, dan meningkatkan efektivitas di depan gawang.

BACA JUGA:Prediksi Bola Arsenal vs Chelsea: The Blues Andalkan Kandang, Arsenal Tak Terkalahkan

Penyelesaian akhir yang lebih tajam menjadi pekerjaan rumah utama agar peluang tak kembali terbuang sia-sia.

Atmosfer GBLA dikenal sebagai salah satu yang paling bergelora di Asia Tenggara. Dukungan Bobotoh bukan sekadar sorakan, tetapi tekanan psikologis bagi lawan.

Di laga krusial seperti ini, energi tribun bisa menjadi “pemain ke-12”. Tekanan kolektif dari puluhan ribu suporter diyakini mampu mengangkat mental pemain sekaligus menggoyahkan konsentrasi Ratchaburi.

Kapten tim Federico Barba menyebut hasil leg pertama sebagai bahan bakar motivasi. Bek asal Italia itu percaya kualitas Persib sejatinya sejajar dengan wakil Thailand tersebut.

BACA JUGA:8 Pemain Sepak Bola Eropa Ini Dikabarkan Perfomanya Turun Drastis Jadi Sorotan Publik, Cek Faktanya!

Menurut Barba, kunci laga nanti adalah menjaga kepala tetap dingin dan fokus pada proses permainan, bukan terbebani oleh skor agregat. Mentalitas dan konsistensi selama 90 menit akan menentukan nasib Maung Bandung.

Bagi Persib, laga ini bukan hanya tentang tiket perempat final. Ini tentang pembuktian bahwa klub Indonesia mampu bersaing di level kontinental.

Perpaduan strategi matang dari Hodak, kepemimpinan Barba di lini belakang, serta determinasi skuad menjadi fondasi optimisme. Jika efektivitas meningkat dan disiplin terjaga, peluang comeback tetap terbuka lebar.

Rabu malam di GBLA bukan sekadar pertandingan sepak bola. Ia adalah panggung ujian mental, taktik, dan harga diri. Jika Persib mampu mengubah tekanan menjadi tenaga, sejarah baru bisa tercipta dan Bandung akan bergemuruh lebih keras dari sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: