Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Simak Amalan Menjaga Lisan di Bulan Ramadhan
amalan menjaga lisan saat puasa-Youtbe/@AdiHidayatOfficial-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta Allah SWT, tetapi juga mengatur secara rinci hubungan antar sesama manusia.
Dalam kehidupan sosial, etika berbicara menjadi bagian penting dari ajaran Islam karena ucapan yang keluar dari lisan dapat berdampak besar bagi diri sendiri maupun orang lain.
Para ulama menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu indikator kualitas keimanan seseorang.
Perkataan yang baik dapat mempererat persaudaraan, sementara ucapan yang buruk berpotensi menimbulkan konflik dan menyakiti hati. Karena itu, Islam memberi perhatian khusus pada adab berbicara dalam setiap situasi.
BACA JUGA:Jangan Pulang Sebelum Imam Selesai! Simak Amalan Sholat Tarawih Yang Dianjurkan Bagi Umat Islam
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak berlebihan dalam berbicara, kecuali untuk hal-hal yang membawa kebaikan.
Bahkan, beliau menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak zikir sebagai upaya menjaga hati tetap lembut dan dekat kepada Allah SWT.
“Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Allah, sesunggunya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras”.(HR. Tirmidzi).
Pesan tersebut menegaskan bahwa lisan yang tidak terjaga dapat berdampak pada kondisi hati. Hati yang keras akan menjauhkan seseorang dari nilai-nilai kebaikan dan kepekaan sosial.
BACA JUGA:Jelang Ramadhan, Simak Amalan dan Panduan Ziarah Kubur
Sebaliknya, lisan yang terkontrol akan mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah SWT.
Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam menjaga ucapan.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dilarang, seperti berkata kasar, bergunjing, atau berbohong, meskipun dalam bentuk candaan.
Tidak sedikit orang yang menjalankan puasa, namun masih mengabaikan etika berbicara. Padahal, menjaga lisan merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa itu sendiri. Ucapan yang tidak baik dapat mengurangi nilai pahala dan merusak esensi ibadah.
BACA JUGA:Dalil Hadis Dua Kebahagiaan Saat Puasa, UAH Bongkar Makna yang Sering Disalahpahami
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:
“Dari Abu Hurairah beliau bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian di suatu hari sedang berpuasa, maka janganlah dia berkata kotor dan berbuat kebodohan dan sia-sia. Bila dia dicaci oleh orang lain atau diperangi, maka hendaklah dia mengatakan, “Sesungguhnya saya sedang berpusa.” (HR Muslim).
Hadis tersebut menjadi pedoman jelas bahwa orang yang berpuasa harus mampu menahan emosi dan menjaga perkataan.
Ustad Adi Hidayat juga menegaskan bahwa menjaga lisan dan perilaku merupakan kunci utama dalam menjaga keutamaan puasa.
BACA JUGA:Dalil Hadis Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, UAH Ungkap Makna Kiasannya Menurut Ulama
Beliau mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus karena perbuatan mereka sendiri.
"Seseorang bisa saja berpuasa dari Subuh hingga Maghrib, tapi jika lisannya tidak terjaga, puasanya bisa sia-sia," ujar Ustad Adi Hidayat
Dengan demikian, menjaga lisan bukan sekadar etika sosial, melainkan bagian dari ibadah yang mencerminkan kualitas iman.
Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk melatih diri agar ucapan selalu terjaga, hati tetap lembut, dan hubungan antar sesama semakin harmonis.
*) Peserta Magang Kemnaker Batch 1
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
