Jelang Lebaran 2026, Pemprov Lampung Matangkan Rute Internasional Reguler Radin Inten II
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Bambang Sumbogo.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan rencana pembukaan penerbangan internasional reguler di Bandara Radin Inten II pasca uji coba rute Lampung–Kuala Lumpur beberapa waktu lalu.
Saat ini, skema pelayanan reguler tengah dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan migran dan sektor pariwisata.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan uji coba penerbangan ke Kuala Lumpur menjadi langkah awal untuk melihat potensi pasar dan kesiapan infrastruktur.
Hasilnya, permintaan dinilai cukup besar, terutama dari kalangan pekerja migran dan pelaku pariwisata.
BACA JUGA:DPRD Lampung Tekankan Nilai Tambah EBT untuk Kesejahteraan Rakyat
“Ini sedang kita persiapkan untuk pelayanan regulernya ke Kuala Lumpur. Kemarin ada permintaan dari para migran, kemudian dari penggiat pariwisata juga,” kata Bambang, Minggu 22 Februari 2026.
Menurutnya, skema yang memungkinkan dalam waktu dekat adalah charter regular flight, sebelum nantinya berkembang menjadi penerbangan reguler penuh yang sepenuhnya dikelola maskapai tanpa ketergantungan dukungan pemerintah.
“Kalau reguler penuh biasanya inisiatif dari maskapai. Mereka sudah menghitung bisnisnya, jadi tidak lagi mengharapkan dukungan pembiayaan dari pemerintah,” jelasnya.
Dishub Lampung juga mengupayakan agar penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur sudah bisa berjalan pada momentum arus mudik tahun ini.
BACA JUGA:Polres Metro Ingatkan Bahaya Over Kredit Ilegal
Bambang menyebut, permintaan tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Lampung dan tengah diupayakan realisasinya.
Ia menegaskan, rute langsung ini sangat dibutuhkan pekerja migran asal Lampung yang selama ini harus melalui Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.
“Para migran menyampaikan kalau harus ke Jakarta itu jauh, biayanya lebih tinggi, dan kadang banyak persoalan. Dengan penerbangan langsung dari Lampung, kita harapkan bisa menekan persoalan ketenagakerjaan seperti percaloan dan sebagainya,” ujarnya.
Ke depan, pengembangan penerbangan internasional dari Bandara Radin Inten II tidak hanya berhenti pada rute Kuala Lumpur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
