disway awards

Hadapi Lonjakan Permintaan Ramadan, M. Zimmi Janji Perkuat Distribusi dan Pengawasan Pasar

Hadapi Lonjakan Permintaan Ramadan, M. Zimmi Janji Perkuat Distribusi dan Pengawasan Pasar

Kepala Disperindag Lampung, M. Zimmi Skil.--Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Baru dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, M Zimmi Skil langsung dihadapkan pada momentum penting pengendalian harga dan distribusi pangan di bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Mengawali tugasnya, Zimmi menegaskan jabatan yang diembannya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan istiqomah. 

Ia menautkan peran Disperindag dengan visi pembangunan daerah bertajuk 'Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045'.

“Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan istiqomah. Apalagi saat ini kita menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

BACA JUGA:Lansia 88 Tahun di Pringsewu Ditemukan Meninggal dalam Sumur

Memasuki pekan-pekan awal Ramadan, Disperindag Lampung bersama Satgas Pangan dan tim Saber rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun ritel modern.

Sidak difokuskan pada dua hal utama, yakni stabilitas harga dan keamanan pangan. Langkah ini dinilai krusial mengingat lonjakan permintaan bahan pokok selalu terjadi saat Ramadan hingga Idul Fitri.

“Kita menjaga bagaimana distribusi itu lancar. Karena permintaan meningkat, suplai juga harus meningkat. Distribusi tidak boleh ada hambatan,” tegasnya.

Ia memastikan stok bahan pangan pokok di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dalam kondisi aman dan harga relatif stabil, bahkan masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

BACA JUGA:Anggaran KIP Kuliah 2026 Tembus Rp15,3 Triliun, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Tinggi

Meski demikian, Zimmi mengakui ada satu komoditas yang mengalami lonjakan harga, yakni cabai rawit merah.

Berdasarkan pantauan terakhir, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipicu berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa pada awal Ramadan.

“Kalau kita tanya pedagang, suplai dari Jawa agak berkurang, apalagi masih awal puasa. Mudah-mudahan ke depan menurun,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Lampung, khususnya bidang hortikultura, guna memperkuat pasokan lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait