Kenapa Kurma Dimakan Ganjil Saat Berbuka? Ini Penjelasan Sunnah yang Jarang Diketahui
kurma-Instagram/@baznasbazis-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Kurma menjadi salah satu hidangan yang paling identik dengan bulan Ramadan, terutama saat waktu berbuka puasa.
Buah asal Timur Tengah ini kerap dijadikan menu pembuka sebelum melanjutkan hidangan utama karena rasanya yang manis dan mudah dicerna.
Selain alasan kesehatan, kurma juga memiliki nilai spiritual dalam Islam.
Umat Muslim dianjurkan untuk berbuka dengan kurma mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Kebiasaan ini menjadi teladan yang banyak diikuti umat Islam di seluruh dunia.
BACA JUGA:Haid Bukan Halangan, Ini Amalan yang Dapat Dilakukan Muslimah di Bulan Penuh Berkah
Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan, Nabi Muhammad SAW kerap berbuka puasa dengan kurma sebelum melaksanakan sholat Maghrib.
Praktik ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi contoh nyata sunnah yang dapat diamalkan setiap Muslim.
Sebagian orang meyakini bahwa kurma sebaiknya dimakan dalam jumlah ganjil, misalnya satu, tiga, atau lima butir.
Keyakinan ini berasal dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang menyukai bilangan ganjil dalam berbagai aktivitasnya, termasuk dalam ibadah dan rutinitas sehari-hari.
BACA JUGA:Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Simak Amalan Menjaga Lisan di Bulan Ramadhan
Namun, perlu ditegaskan bahwa konsumsi kurma dalam jumlah ganjil termasuk anjuran atau sunnah, bukan kewajiban. Intinya adalah meneladani kebiasaan Nabi dan mendapatkan keberkahan dari berbuka dengan kurma.
Kurma dianjurkan sebagai hidangan berbuka puasa, terutama selama bulan Ramadan. Hadis yang diriwayatkan Salman bin Amir RA menegaskan:
"Diriwayatkan dari Salman bin Amir RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apabila seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Sesungguhnya kurma itu berkah. Jika tidak mendapatkan kurma, minumlah air. Sesungguhnya air itu menyucikan." (HR Abu Daud dan Tirmidzi).
Terkait jumlah kurma yang dikonsumsi Nabi, beberapa riwayat menyebutkan beliau sering memilih bilangan ganjil, seperti 3, 5, atau 7 butir.
BACA JUGA:Jangan Pulang Sebelum Imam Selesai! Simak Amalan Sholat Tarawih Yang Dianjurkan Bagi Umat Islam
Dalam Islam, bilangan ganjil sering dikaitkan dengan ketauhidan karena Allah SWT Maha Esa, tunggal, dan tidak berbilang.
Buya Yahya menekankan pentingnya mengikuti kebiasaan ini.
"Berbuka lebih utama dengan kurma, jika tidak ada maka bisa dengan seteguk air,"ujarnya.
Dengan mengikuti sunnah ini, umat Muslim dapat meneladani Nabi Muhammad SAW sekaligus merasakan manfaat kurma sehingga momen berbuka menjadi lebih bermakna selama bulan Ramadan.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
