Kasus Dugaan Keracunan MBG Jadi Cermin Lemahnya Pengawasan Dapur, Peran Kepala SPPG Dipertanyakan
Ketua Satgas Lampung, Saipul.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Lampung angkat bicara terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan warga di Kabupaten Tulang Bawang, Selasa 24 Februari 2026.
Dugaan sementara, keracunan tersebut berasal dari menu MBG yang dibagikan.
Ketua Satgas MBG Lampung, Saipul, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi (PMDT) Lampung, mengaku telah menerima laporan sejak Senin malam.
“Semalam saya sudah menerima laporan dari Satgas Tulang Bawang, yaitu Pak Sekda (Tulang Bawang). Awalnya dilaporkan ada delapan korban. Namun pagi harinya jumlahnya bertambah menjadi sekitar 30-an orang. Tapi semuanya sudah ditangani,” ujar Saipul, Rabu 25 Februari 2026.
BACA JUGA:Rigid Baru Dimulai Maret, Wagub Jihan Pastikan URC Benahi Ruas Pringsewu–Pardasuka Tanpa Lubang
Dari total korban tersebut, sekitar 14 orang merupakan orang dewasa, sementara sisanya anak-anak. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Berdasarkan laporan siang ini, mereka sudah ditangani di berbagai tempat, ada yang di rumah sakit dan ada yang di balai pengobatan atau puskesmas. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik. Tidak ada yang bertambah parah. Memang awalnya mereka mengalami mual-mual sehingga harus segera dirujuk,” jelasnya.
Terkait jenis makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, Saipul mengaku belum menerima laporan pasti. Namun ia memastikan bahwa sumbernya berasal dari menu makanan yang dibagikan dalam program MBG.
“Soal jenis makanannya masih kami dalami. Saya belum mendapat laporan pasti mengenai itu. Tapi yang jelas berasal dari menu makanan yang dibagikan,” katanya.
BACA JUGA:Bulan Ramadhan Membawa Berkah, Permintaan Kolang Kaling Kota Metro Milik Adi Hartadi Meningkat
Menanggapi kabar bahwa bahan makanan berupa telur didatangkan dari Lampung Timur, Saipul menyebut informasi tersebut belum terkonfirmasi.
“Soal itu saya belum mendapat konfirmasi,” tambahnya.
Sebagai langkah cepat, fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang menyalurkan menu tersebut telah ditutup sementara. Penutupan dilakukan hingga proses evaluasi tuntas.
“Biasanya penutupan dilakukan sampai tahap evaluasi selesai. Akan dimonitor, diawasi, serta dicek kembali kesiapannya dan kepatuhan mereka terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

