Dalil Hadis Puasa Ini Sering Disepelekan, UAH Ingatkan Lisan dan Amarah Bisa Merusak Pahala
UAH mengingatkan puasa bukan hanya menahan lapar tetapi juga mengontrol ucapan dan amarah.-instagram/@adihidayatofficial-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Ramadan kembali hadir sebagai bulan yang selalu dinanti umat Islam.
Di bulan suci ini, suasana ibadah terasa lebih kuat, mulai dari salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga berbagai kegiatan sosial yang menghidupkan semangat kebersamaan.
Di tengah semarak tersebut, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan bahwa puasa tidak cukup dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga.
Menurutnya, kualitas puasa sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta menguatkan ibadah lain selama Ramadan.
BACA JUGA:Dalil Hadis Pahala Baca Al-Quran di Ramadan, UAH Ungkap Pahala Tilawah Al-Quran Bisa Dilipatgandakan
Jika hal-hal itu diabaikan, pahala puasa bisa berkurang, bahkan terancam hilang meski puasanya tetap sah secara lahiriah.
UAH menegaskan bahwa Islam sejak awal menuntun umatnya untuk membiasakan ucapan yang baik. Hal itu sejalan dengan firman Allah SWT:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Artinya: “Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83)
Dalam kajiannya, UAH menekankan bahwa lisan yang tidak terjaga, seperti berdusta, mengumbar kata-kata kotor, menyakiti orang lain, atau membicarakan keburukan sesama dapat menggerus nilai puasa.
Peringatan ini selaras dengan hadis Rasulullah SAW:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
BACA JUGA:Dalil Hadis Celak Mata Saat Puasa, Ini Penjelasan Ulama Mengenai Kelemahan Riwayat
Selain menjaga ucapan, UAH juga menyoroti pentingnya menahan amarah dan menjauhi pertikaian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
