Lestarikan Budaya, SMA di Bandarlampung Kompak Galakkan Program 'Kamis Beradat'
Siswa SMAN 5 Bandar Lampung Saat Kamis Beradat Pembelajaran Menggunakan Bahasa Lampung.-Foto.Lia Nanda Agustina-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Upaya membiasakan penggunaan bahasa Lampung di lingkungan sekolah mulai masif digerakkan.
Melalui program 'Kamis Beradat', sejumlah SMA di Bandarlampung mulai mewajibkan siswa dan guru berkomunikasi menggunakan bahasa daerah sebagai langkah menjaga identitas lokal.
Di SMAN 5 Bandar Lampung, program ini sudah berjalan meski masih dalam tahap pembiasaan secara bertahap.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Eliyawati, M.Pd., mengungkapkan bahwa penerapan bahasa Lampung memang belum bisa dilakukan secara penuh 100 persen.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Siapkan Event Bahasa Lampung Antar Sekolah, Perkuat Program Kamis Beradat
“Tidak sepenuhnya full. Guru saat masuk kelas sebisa mungkin menyapa siswa menggunakan bahasa Lampung. Interaksi di luar ruangan juga diupayakan, meskipun masih bercampur dengan Bahasa Indonesia,” ujar Eliyawati.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah keberagaman latar belakang siswa yang belum semuanya memahami kosakata bahasa Lampung. Bahkan, siswa yang bersuku Lampung pun terkadang masih canggung dan mencampur bahasanya.
“Bahasa Lampung itu harus tumbuh dalam keseharian. Tidak perlu muluk-muluk, cukup dari kosakata sederhana dulu. Minimal salam sapa dan ungkapan sehari-hari. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.
Langkah serupa juga diterapkan di SMAN 10 Bandar Lampung. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lia Kristiana, M.Pd., mengakui tantangan terbesar adalah kemampuan berbahasa yang belum merata di kalangan guru dan siswa.
Untuk menyiasati hal tersebut, SMAN 10 melakukan langkah konkret melalui kegiatan literasi setiap hari Kamis.
“Siswa diminta mencari 10 kosakata bahasa Lampung, kemudian membuat kalimat dan membacakannya bersama guru di kelas. Kami juga membentuk grup khusus guru bersuku Lampung untuk menyusun program pembiasaan ini,” papar Lia.
Dengan adanya program Kamis Beradat ini, pihak sekolah berharap bahasa Lampung tidak lagi asing di telinga generasi muda dan perlahan bisa menjadi "tuan rumah" di daerahnya sendiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
