disway awards

Bulog Lampung Punya PR Besar: Serapan GKP Masih 25,58 Persen dari Target 430 Ribu Ton

Bulog Lampung Punya PR Besar: Serapan GKP Masih 25,58 Persen dari Target 430 Ribu Ton

Bulog Lampung mendapat target 430 Ribu Ton GKP di 2026, Serapan Baru 25,58 Persen.---Sumber foto : Bulog Lampung.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung genjot penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) guna memenuhi target pengadaan tahun 2026

Dari total target 430 ribu ton GKP atau setara 253 ribu ton beras, hingga saat ini realisasi serapan telah mencapai 101 ribu ton atau sekitar 25,58 persen.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra menegaskan, pihaknya tetap menjalankan penugasan pemerintah secara maksimal, termasuk selama bulan Ramadan.

Penyerapan gabah ini merupakan bagian dari target nasional pengadaan sebesar empat juta ton dalam rangka penguatan cadangan pangan nasional.

BACA JUGA:Prediksi Skor Fulham vs Tottenham: Rekor Tandang Spurs Diuji, Peluang The Cottagers Tembus Papan Atas

“Memasuki Ramadan, aktivitas penyerapan tetap berjalan optimal. Tim Jemput Pangan kami terus turun langsung ke lapangan untuk membeli gabah petani di berbagai wilayah,” ujar Rindo, Minggu 1 Maret 2026.

Menurut Rindo, langkah jemput bola tersebut tidak hanya untuk mengejar target, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas harga di tingkat petani. 

Bulog memastikan pembelian GKP dilakukan sesuai ketentuan pemerintah dengan harga Rp6.500 per kilogram, sehingga petani memperoleh kepastian harga di tengah masa panen.

Ia mengakui capaian 25,58 persen menjadi pijakan awal yang positif, namun masih diperlukan percepatan agar target 430 ribu ton dapat terpenuhi. 

BACA JUGA:Link Live Streaming Real Betis vs Sevilla: Tuan Rumah Incar Dominasi di Saat Tim Tamu Berambisi Bangkit

Untuk itu, Bulog menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, mitra penggilingan, hingga kelompok tani di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Rindo juga mengimbau para petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) agar menjual hasil panennya kepada Bulog, dengan memastikan gabah telah memasuki usia panen sesuai standar kualitas.

“Kami berharap dukungan penuh dari petani agar target pengadaan di Lampung bisa tercapai. Ini bukan hanya soal angka, tetapi bagian dari upaya bersama memperkuat cadangan pangan pemerintah dan menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dengan sisa target yang masih cukup besar, Bulog Lampung optimistis penyerapan akan terus meningkat seiring intensitas panen dan optimalisasi kerja Tim Jemput Pangan di lapangan.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait