Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadhan dengan Amalan Sunnah Rasulullah
amalan sunnah ramadhan-Instagram/@laraiba_official-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Bulan Ramadhan dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan dan limpahan pahala.
Setiap amal kebaikan yang dilakukan dilipatgandakan nilainya.
Sementara pintu ampunan terbuka bagi siapa saja yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Di antara seluruh rangkaian Ramadhan, sepuluh hari terakhir menjadi fase yang paling dinanti karena memiliki keutamaan yang sangat besar.
BACA JUGA:Hakim Sibuk, Sidang Perkara Korupsi PT LEB Ditunda
Secara garis besar, Ramadhan terbagi menjadi tiga tahapan.
Sepuluh hari pertama merupakan masa turunnya rahmat Allah SWT, sepuluh hari kedua menjadi waktu maghfirah atau ampunan.
Lalu, sepuluh hari terakhir dikenal sebagai fase pembebasan dari api neraka (Itqun minan Nar).
Pada fase inilah umat Islam dianjurkan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah.
BACA JUGA:Keutamaan Salat Sunah Witir: Amalan Penutup Shalat Malam yang Dicintai Allah
"Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah," (HR Al-Bukhari).
Keistimewaan terbesar pada periode ini adalah hadirnya malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih utama dari seribu bulan, yang berarti ibadah dalam satu malam tersebut setara dengan lebih dari 83 tahun.
Kesempatan luar biasa ini hanya datang sekali dalam setahun, tepatnya di penghujung Ramadhan.
BACA JUGA:Zakat Mal saat Ramadhan, Amalan yang Menyucikan Harta dan Mendatangkan Keberkahan
Selain itu, sepuluh malam terakhir juga menjadi kesempatan terakhir untuk meraih ampunan sebelum Ramadhan berakhir.
Banyak ulama menjelaskan bahwa pada fase ini Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka, terutama bagi mereka yang benar-benar memaksimalkan ibadah dan memperbanyak taubat.
Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dalam menyambut fase ini.
Beliau menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, membangunkan keluarga untuk turut beribadah, serta mengurangi urusan duniawi agar lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah.
BACA JUGA:Dalil Hadis 3 Amalan Pokok Ramadan, UAH Ajak Tingkatkan Salat dan Sedekah
Bahkan beliau melakukan i’tikaf sebagai bentuk totalitas penghambaan.
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah i’tikaf di masjid. I’tikaf berarti berdiam diri untuk fokus beribadah, berdzikir, dan bermuhasabah.
Tidak harus dilakukan selama sepuluh hari penuh, beberapa jam pun sudah bernilai ibadah selama diniatkan dengan sungguh-sungguh.
Selain i’tikaf, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak shalat malam seperti tahajud dan witir.
BACA JUGA:Jadikan Husnuzan sebagai Amalan Harian Penuh Keberkahan
Qiyamul lail diyakini menjadi salah satu kunci untuk meraih Lailatul Qadar. Malam-malam tersebut sebaiknya diisi dengan doa, munajat, serta permohonan ampun yang tulus.
Interaksi dengan Al-Qur’an juga sangat dianjurkan, mengingat Ramadhan adalah bulan diturunkannya kitab suci tersebut.
Membaca, memahami, dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat utama di fase akhir ini.
Tak kalah penting, memperbanyak dzikir, istighfar, serta sedekah menjadi pelengkap ibadah di penghujung Ramadhan.
BACA JUGA:Dalil Hadis 10 Hari Terakhir Ramadan, UAH Ungkap Tiga Kebiasaan Nabi yang Jadi Kunci Keutamaan
Memberi makan untuk berbuka, membantu kaum dhuafa, atau berdonasi merupakan bentuk kepedulian sosial yang dicontohkan Rasulullah SAW, terutama pada sepuluh hari terakhir.
Ustad Adi Hidayat menjelaskan bahwa 10 hari terakhir Ramadan memiliki keistimewaan yang luar biasa bagi umat Islam.
Ustad Adi Hidayat menyampaikan hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam beribadah pada periode ini, melebihi hari-hari sebelumnya.
“Salah satu keistimewaan utama adalah peluang besar untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan”jelas Ustad Adi Hidayat
BACA JUGA:Dalil Hadis 3 Amalan Pokok Ramadan, UAH Ajak Tingkatkan Salat dan Sedekah
*(Peserta Magang Kemnaker Batch 1
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
