disway awards

Jelang Berbuka Puasa, Gudang Diduga Penimbunan BBM di Lampung Selatan Hangus Terbakar

Jelang Berbuka Puasa, Gudang Diduga Penimbunan BBM di Lampung Selatan Hangus Terbakar

--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Desa Galih Lunik, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, terbakar hebat pada Selasa (3/3/2026) malam.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, tepat saat warga sedang melaksanakan ibadah buka puasa.

Kobaran api yang besar disertai asap hitam pekat membumbung tinggi dari bangunan berdinding seng tersebut.

Berdasarkan keterangan warga dan rekaman video amatir, sempat terdengar beberapa kali suara ledakan keras yang diduga berasal dari tangki penyimpanan bahan bakar di dalam gudang.

BACA JUGA:Dalam Sehari, Dua Kebakaran Hebat Di Bandar Lampung, Dapur Hotel Grand Anugerah hingga Tumpukan Ban Terbakar

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel tak lama setelah menerima laporan.

"Kami menerima laporan pukul 18.20 WIB dan langsung menuju lokasi. Petugas sempat terkendala karena material yang terbakar merupakan bahan yang mudah menyulut api, sehingga api cepat membesar," ujar Rully, Selasa (3/3) malam.

Hingga Selasa malam, petugas Damkarmat masih melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian guna memastikan api tidak merambat ke pemukiman warga di sekitar gudang.

Mengenai status legalitas gudang maupun penyebab pasti kebakaran, Rully menegaskan bahwa hal tersebut merupakan wewenang pihak kepolisian.

BACA JUGA:Evakuasi Non Kebakaran Awal Tahun 2026, Sarang Tawon Paling Banyak Dilaporkan

"Tugas kami adalah pemadaman. Untuk penyebab dan kepemilikan bangunan, itu ranah pihak berwajib," imbuhnya.

Sampai saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: