Rahasia Menahan Amarah Saat Ramadhan, Cukup Ucapkan Kalimat Ini Ketika Dipancing Emosi
Menahan amarah saat puasa adalah bagian penting menjaga pahala tetap utuh sepanjang Ramadhan.-Ilustrasi-Pixabay-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Menahan lapar dan dahaga bukanlah satu-satunya makna dari ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Lebih dari itu, puasa juga mengajarkan umat Islam untuk menjaga diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala, termasuk menahan amarah dan menjaga lisan.
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang yang sedang berpuasa justru dihadapkan pada situasi yang memancing emosi, seperti perdebatan, ejekan, atau perlakuan yang tidak menyenangkan.
Dalam kondisi seperti itu, Islam telah memberikan tuntunan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW mengajarkan agar orang yang berpuasa tidak membalas kemarahan dengan kemarahan.
Sebaliknya, ia dianjurkan untuk menahan diri dan mengingatkan bahwa dirinya sedang menjalankan ibadah puasa.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW:
إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa,’" (HR. Bukhari dan Muslim).
Ucapan “إِنِّي صَائِمٌ” (inni shaaim) yang berarti “Aku sedang berpuasa” bukan hanya sekadar kalimat biasa.
Kalimat ini menjadi pengingat bagi diri sendiri agar tidak terbawa emosi sekaligus menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang sedang menjaga ibadah puasanya.
Dengan mengucapkan kalimat tersebut, seorang Muslim diharapkan mampu menahan amarah, menghindari pertengkaran, serta menjaga pahala puasa agar tidak berkurang.
BACA JUGA:10 Menit Sebelum Adzan Maghrib, Amalan Ini Sering Dilupakan Padahal Paling Dicari Pahalanya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
