disway awards

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Petani dan Industri untuk Jaga Ekosistem Singkong

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Petani dan Industri untuk Jaga Ekosistem Singkong

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Foto Diskominfotik-Sumber foto. Diskominfotik.-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga keberlanjutan ekosistem ubi kayu dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi bersama pengusaha industri tapioka nasional di Hotel Santika Bandar Lampung, pekan lalu.

Menurut Gubernur, selama satu tahun masa kepemimpinannya, Pemprov Lampung fokus melakukan akselerasi dan sinkronisasi langkah seluruh pemangku kepentingan untuk menata kembali tata kelola industri tapioka agar lebih berkeadilan.

“Selama satu tahun ini kami terus belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah dalam menjaga, mendesain, serta menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung,” ujarnya.

BACA JUGA:Minimalisir Polemik Harga Singkong, ITERA Inisiasi Hilirisasi Teknologi Mocaf

Ia menjelaskan, Lampung memiliki posisi strategis dalam industri tapioka nasional. Sekitar 70 persen industri tapioka di Indonesia berada di provinsi ini, sehingga diperlukan regulasi yang tepat agar potensi besar tersebut dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Lampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha,” tegasnya.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Pemprov Lampung juga melakukan penataan kebijakan melalui penetapan harga singkong yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

Kebijakan ini ditujukan untuk menciptakan keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keberlangsungan operasional industri tapioka.

BACA JUGA:Mulai 10 November, Harga Acuan Singkong di Lampung Rp1.350 per Kg, Gubernur Pastikan Ada Sanksi Bagi Pelanggar

Gubernur turut mengapresiasi para pelaku industri yang dinilai kooperatif dalam mendukung kebijakan tersebut.

Ia meyakini, kebangkitan sektor pertanian tidak terlepas dari keselarasan tiga pilar utama, yakni dunia usaha atau industri, masyarakat sebagai petani, serta pemerintah sebagai regulator.

Selain aspek harga, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan produktivitas melalui Cassava Center yang diproyeksikan menjadi pusat riset pengembangan bibit unggul dan metode budidaya modern dengan melibatkan akademisi serta praktisi industri.

“Kita jaga bersama ekosistem ubi kayu Lampung ini. Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung akan semakin kuat dan melompat lebih tinggi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait