disway awards

Dua Hari Raya Berurutan, FKUB Tekankan Toleransi dan Kepedulian Sosial

Dua Hari Raya Berurutan, FKUB Tekankan Toleransi dan Kepedulian Sosial

Ketua FKUB Lampung, Prof. Dr. H. M. Bahruddin, MA.---Sumber foto : ist.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung mengajak seluruh masyarakat menjaga toleransi dan kerukunan menjelang dua hari besar keagamaan yang berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 20–21 Maret 2026.

Ketua FKUB Lampung Prof. Dr. H. M. Bahruddin, MA, menegaskan pentingnya sikap saling menghormati antar umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Lampung. 

Momentum dua hari raya ini dinilai menjadi ujian sekaligus peluang memperkuat persatuan sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika.

FKUB mengimbau umat beragama, khususnya di Lampung, untuk memberikan ruang dan kenyamanan bagi umat Hindu dalam menjalankan ibadah Nyepi. 

BACA JUGA:Prediksi Skor Barcelona vs Newcastle: Ketangguhan Blaugrana Diuji The Magpies dalam Laga Penentuan

Masyarakat diminta tidak mengganggu prosesi keagamaan, termasuk dengan menjaga ketenangan lingkungan sekitar tempat ibadah serta menghormati simbol dan tradisi keagamaan.

Sementara itu, umat Islam diharapkan menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat sinergi, toleransi, dan kerukunan.

Selain itu, masyarakat juga diminta saling menghargai perbedaan pandangan, termasuk dalam penentuan hari raya, dengan mengedepankan prinsip moderasi beragama.

FKUB juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks di media sosial.

BACA JUGA:Ramai Protes di Medsos, PMI Lampung Akhirnya Buka Suara soal Penonaktifan Kepala UDD

Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat diajak meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap warga yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Lampung. 

Perayaan hari raya diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antar sesama.

FKUB menekankan bahwa semangat toleransi dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Lampung yang majemuk.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait