Di Balik Program MBG, DPRD Bandar Lampung Ingatkan Bahaya Limbah Dapur Skala Besar yang Bisa Picu Pencemaran
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi--
RADARLAMPUNG.CO.ID - Program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian serius dari DPRD Bandar Lampung.
Perhatian khususnya ditujukan terkait potensi dampak lingkungan dari aktivitas dapur dalam skala besar.
Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung Agus Djumadi menegaskan, di balik program sosial tersebut terdapat potensi persoalan lingkungan yang tidak boleh diabaikan.
Persoalan tersebut terutama dalam hal pengelolaan limbah rumah tangga.
Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi anggaran tahun 2025, Komisi III merekomendasikan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengecekan menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG.
Jumlah dapur MBG kini terus bertambah di Kota Bandar Lampung.
“Bayangkan satu dapur memproduksi sekitar 3.000 porsi per hari. Kalau dikalikan puluhan dapur, volume limbahnya sangat besar," ujar Agus.
"Ini yang kami khawatirkan jika tidak diantisipasi sejak awal,” sambung Agus.
Menurutnya, dapur MBG yang beroperasi di tengah lingkungan permukiman warga memiliki potensi tinggi menimbulkan pencemaran.
Pencemaran tersebut bisa berupa air maupun udara jika tidak didukung sistem pengelolaan limbah yang memadai.
Kondisi tersebut juga dinilai berpotensi memicu ketidaknyamanan hingga konflik sosial dengan masyarakat sekitar.
Hal itu terjadi akibat bau dan limbah yang tidak terkelola dengan baik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

