Viral! Gunungan Sampah Liar Cemari Indahnya Kebun Teh Pangalengan, Warga Geram
Keindahan kebun teh Pangalengan tercoreng tumpukan sampah yang viral di media sosial. Warga geram karena jalur menuju perkebunan dipenuhi limbah rumah tangga. -Tiktok/@bewara_pegalengan-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Keindahan hamparan kebun teh di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat mendadak menjadi sorotan publik setelah munculnya tumpukan sampah liar yang merusak pemandangan alam di daerah tersebut.
Peristiwa ini viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan banyaknya sampah yang berserakan di jalur menuju perkebunan teh di Kampung Bojongwaru, Desa Margamulya. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu jalur menuju kawasan wisata alam di Pangalengan.
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat sampah menumpuk di sepanjang jalan setapak hingga mengganggu akses warga yang hendak melintas.
Kondisi ini membuat sejumlah warga merasa terganggu karena jalur tersebut sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Jenis sampah liar yang terlihat di lokasi didominasi oleh limbah rumah tangga seperti plastik, kemasan makanan, hingga styrofoam.
Tumpukan tersebut bahkan terlihat cukup banyak hingga merusak panorama hijau kebun teh di sekitarnya.
BACA JUGA:Cara Cek Kebocoran Data Pribadi Terbaru April 2026, Bisa Dilakukan Sendiri dengan Mudah
Beberapa warga yang melintas tampak mencoba membersihkan sebagian sampah menggunakan alat seadanya.
Aksi mereka kemudian direkam oleh warga lain dan video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial.
Pemerintah setempat mengungkapkan bahwa pembersihan di lokasi tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.
Namun, sampah liar sering kembali muncul di titik yang sama.
Pihak kecamatan menyebut persoalan tersebut diduga berkaitan dengan ulah oknum masyarakat yang mengambil sampah dari sejumlah wilayah di sekitar Pangalengan.
Oknum tersebut kemudian menarik biaya dari warga untuk mengangkut sampah.
Sayangnya, sampah yang dikumpulkan itu justru dibuang secara sembarangan di jalur menuju perkebunan teh sehingga menimbulkan tumpukan baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

