disway awards

Prof. Warsito: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Utama Penguatan Karakter Bangsa di Era Digital

Prof. Warsito: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Utama Penguatan Karakter Bangsa di Era Digital

--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM U KBM Unila) menggelar kegiatan Stadium General dan Pelantikan Pengurus Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung, Senin (6/4/2026). 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Warsito, Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jatidiri Bangsa Kemenko PMK RI, yang juga merupakan dosen tetap Universitas Lampung. 

Turut hadir sebagai narasumber Tin Latifah, S.P., M.Si., Staf Ahli Menteri Pertanian, serta Dr. Budiyono, akademisi Unila. 

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Lampung Prof. Sunyono, para Wakil Dekan III di lingkungan Unila, serta diikuti oleh pengurus BEM tingkat universitas dan fakultas serta mahasiswa.

BACA JUGA:Mantap! Seluruh Prosiding ICCTEIE 2025 FT Unila Resmi Terindeks Scopus ​

Dalam pemaparannya, Prof. Warsito menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai pilar kemajuan sekaligus benteng karakter bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. 

Warsito, yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FMIPA Unila dan merupakan peraih Dosen Berprestasi I Universitas Lampung, menegaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia merupakan peluang besar.

Namun juga mengandung risiko apabila tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai secara otomatis. Kunci utamanya adalah kualitas SDM, bukan semata kekayaan sumber daya alam. Oleh karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi generasi yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing global,” ujarnya.

BACA JUGA:Anthoni Raih Doktor di FISIP Unila, Bedah Strategi Perikanan Tulang Bawang Lewat Collaborative Governance

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan manusia ke depan tidak cukup hanya mengandalkan Indeks Pembangunan Manusia (HDI) dan Indeks Modal Manusia (HCI).

Tetapi juga harus diperkuat dengan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) yang mencakup kohesi sosial, inklusi sosial, ketahanan nilai, dan partisipasi publik.

Dalam konteks era digital dan disrupsi teknologi, mahasiswa dihadapkan pada tantangan baru seperti literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan adaptabilitas tinggi, sekaligus tantangan non-teknis berupa krisis karakter dan kurangnya integritas.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi harus memiliki integritas, empati sosial, dan kemampuan beradaptasi. SDM unggul adalah mereka yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait