Dari Gang Sempit, BRI Antar Njik-Njik Tembus Pasar Oleh-Oleh
Riki Junaidi Pemilik Keripik Pisang Njik-Njik saat ditemui di tempat usahanya.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
Didukung pendampingan Rumah BUMN Bakauheni dan pinjaman modal dari BRI, Keripik Pisang Njik-Njik berkembang menjadi salah satu oleh-oleh khas Lampung yang kini mampu meraih omzet hingga ratusan juta rupiah.
Oleh : Prima Imansyah Permana/Bakauheni
Aroma pisang goreng menyeruak dari sebuah gang kecil di Jalan Muara Pilu, RT 02 RW 17, Bakauheni, Lampung Selatan.
Lokasinya tak jauh dari Menara Siger, ikon gerbang Pulau Sumatera yang menjadi titik lalu lintas wisatawan dan pemudik.
BACA JUGA:BRI Region 5 dan Radar Lampung Sinergikan Program Penguatan Ekonomi Desa
Sebuah papan kecil di samping Masjid Jami Nurul Iman menjadi penunjuk arah menuju rumah produksi Keripik Pisang Njik-Njik.
Sekilas, tak banyak yang menyangka rumah di tengah permukiman padat itu menjadi salah satu UMKM oleh-oleh khas Lampung yang berkembang pesat.
Di depan rumah, ratusan kemasan merah dan kuning tersusun rapi memenuhi etalase toko kecil milik Riki Junaidi tersebut.
Aneka varian keripik pisang berjajar di rak, mulai dari cokelat lumer, green tea lumer, keju lumer, vanila, asin, hingga rasa manis.
BACA JUGA:Belum Tertangkap, Kapolda Lampung Pastikan Pelaku Penembakan Brigadir Arya Terus Diburu
Selain keripik pisang, toko itu juga menjual aneka oleh-oleh khas Lampung seperti kopi, kerupuk, dan kemplang.
Saat dicicipi langsung, tekstur keripik terasa lembut namun tetap renyah dengan ukuran kecil yang pas disantap sekali suap.
Varian cokelat lumer dan green tea lumer menjadi rasa yang paling menonjol karena bumbunya terasa merata di setiap potongan keripik.
Lokasi toko sekaligus tempat produksi berada tepat di depan plang bertuliskan Keripik Pisang Njik-Njik di kawasan Bakauheni.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
