Rumah BUMN Bakauheni, Cara BRI Mengangkat UMKM Lampung Naik Kelas
Suasana Rumah BUMN Bakauheni yang berasa di depan tempat penukaran tiket lantai II terminal eksekutif Bakauheni.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
Rumah BUMN Bakauheni yang dikelola BRI tidak hanya menjadi pusat oleh-oleh khas Lampung di Dermaga Eksekutif Bakauheni, tetapi juga berperan sebagai etalase sekaligus ruang pembinaan UMKM agar naik kelas.
Laporan : Prima Imansyah Permana/Bakauheni
Lalu lalang penumpang pejalan kaki ramai saat menuju lantai dua Dermaga Eksekutif Bakauheni. Tepat di depan layanan pelanggan dan area penukaran tiket penumpang pejalan kaki, berdiri Rumah BUMN Bakauheni, sebuah ruang yang bukan sekadar tempat pajang produk UMKM, tetapi juga wajah promosi ekonomi kreatif Lampung di pintu gerbang Pulau Sumatera.
Dari balkon Rumah BUMN, pengunjung bisa menyaksikan kapal eksekutif bersandar sambil menikmati kopi lokal dan berburu oleh-oleh khas Lampung.
Lokasinya yang strategis membuat tempat ini ramai disinggahi wisatawan maupun pemudik yang hendak beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, akses menuju Rumah BUMN cukup mudah. Pengunjung dapat masuk melalui jalur eksekutif yang berada di samping kawasan wisata Krakatau Park, lalu menuju area terminal eksekutif dan naik ke lantai dua menggunakan eskalator.
Di balik aktivitas itu, ada peran besar BRI melalui Rumah BUMN Bakauheni dalam membina pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas.
BACA JUGA:Dari Gang Sempit, BRI Antar Njik-Njik Tembus Pasar Oleh-Oleh
Sejak beroperasi pada Maret 2019, Rumah BUMN menjadi ruang pendampingan sekaligus wadah pemasaran bagi puluhan UMKM lokal Lampung Selatan.
Koordinator Rumah BUMN Bakauheni Alvin Raka Marta mengatakan, perubahan paling nyata terlihat dari kualitas produk dan kemasan UMKM binaan. Seperti keripik pisang yang dikenal dengan merek Njik-Njik maupun Banana Home Chips.
“Dulu kemasannya masih sangat sederhana. Sekarang sudah jauh lebih modern dan menarik,” ujarnya.
Ini menjadi salah satu contoh keberhasilan pendampingan Rumah BUMN. Tak hanya membantu pemasaran, Rumah BUMN juga membuka ruang berbagi antar pelaku usaha.
BACA JUGA:Realisasi KUR BRI Regional 05 Tembus Rp3,57 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penyaluran
Menurut Alvin, dulu para UMKM berjalan sendiri-sendiri. Kini mereka bisa saling bertukar informasi mulai dari desain kemasan, pemasok bahan baku, hingga strategi pemasaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
