509 Mahasiswa IBN Lampung, STIT Pringsewu dan STEBI Tanggamus Resmi Diwisuda

509 Mahasiswa IBN Lampung, STIT Pringsewu dan STEBI Tanggamus Resmi Diwisuda

Foto dok STIT Pringsewu.--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak 509 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yakni IBN Lampung, STIT Pringsewu dan STEBI Tanggamus mengikuti wisuda bersama tahun akademik 2025/2026. Para wisudawan terdiri dari lulusan program Strata 1 (S-1) dan Magister Pendidikan (S-2).

Pendiri ketiga perguruan tinggi tersebut, Dr. Fauzi mengatakan, dari total 509 wisudawan, sebanyak 234 orang berasal dari IBN Lampung, 188 wisudawan dari STIT Pringsewu, dan 87 wisudawan dari STEBI Tanggamus.

Fauzi yang juga menjabat sebagai Rektor IBN Lampung, didampingi civitas akademika, menyampaikan rasa bangga kepada seluruh wisudawan dan para orang tua yang hadir dalam prosesi wisuda tersebut.

“Wisuda adalah momen bersejarah setelah sekian tahun menuntut ilmu. Saya bangga melihat banyak orang tua yang bukan sarjana, namun berhasil mengantarkan anaknya menjadi sarjana,” ujar Fauzi.

Ia juga berpesan agar para lulusan mampu melanjutkan pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Kepergok Mencuri di Alfamart Pringsewu, Warga Tanggamus Babak Belur Dihajar Massa

“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan negara,” harapnya.

Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri anggota DPD RI Dapil Lampung, Almira Nabila Fauzi serta Sekretaris Kopertais Wilayah XV Lampung, Dr. H. Wahyu Iryana.

Dalam sambutannya, Wahyu Iryana menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang berhasil diraih.

“Atas nama Kopertais Wilayah XV Lampung, kami mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati,” ungkapnya, Rabu (13/5).

Menurutnya, kelulusan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta doa orang tua dan para dosen yang tidak pernah putus. Ia pun meminta para lulusan menjadikan momentum wisuda sebagai awal pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat.

“Jadilah problem solver yang solutif, bukan hanya pengamat persoalan saja,” pesannya.

Wahyu juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.

“Berilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah. Karena itu, jadilah sarjana yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait