Dapur MBG Higienis dan Berkualitas Jadi Syarat Utama Program Makan Bergizi
Pengurus DPW Gapembi Lampung periode 2025-2030 resmi dilantik di Ballroom Hotel Radisson Bandarlampung, Selasa 19 Mei 2026.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung terus didorong agar tidak hanya menghadirkan layanan pangan sehat.
Program tersebut juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di desa-desa.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, keberadaan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Bergizi Indonesia (Gapembi) diharapkan mampu mendorong pengusaha dapur menjaga kualitas sesuai standar pemerintah.
“Pertama, dapurnya harus berkualitas dan sesuai standar,” ujar Mirza, Selasa 19 Mei 2026.
BACA JUGA:BGN Targetkan Zero Keracunan MBG di Lampung, SPPG Tak Higienis Akan Disuspend
“Kedua, dapur ini juga harus menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dengan terintegrasi bersama pemerintah daerah, koperasi, BUMDes, dan UMKM desa,” lanjutnya.
Menurut Mirza, program MBG harus memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat desa untuk masuk dalam ekosistem usaha.
Dengan begitu, keberadaan dapur MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah.
Ketua DPW Gapembi Lampung, M. Muslih mengatakan, pihaknya siap memperkuat kolaborasi pelaku usaha yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BACA JUGA:Dinkes Perketat Pengawasan MBG, Sebut Baru 60% Penyedia yang Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi
Langkah itu dilakukan demi menyukseskan program makan bergizi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Muslih, Gapembi hadir bukan sekadar organisasi, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program kemanusiaan.
Saat ini, jumlah SPPG di Lampung mencapai sekitar 1.170 unit.
Namun, baru 387 unit yang resmi bergabung dalam Gapembi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
