Cuaca Ekstrem Mengintai Bandar Lampung, BMKG Minta Warga Waspadai Genangan dan Debit Sungai
Cuaca Ekstrem Mengintai Bandar Lampung, BMKG Minta Warga Waspadai Genangan dan Debit Sungai-Foto BMKG-
RADARLAMPUNG.CO.ID– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan masyarakat Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa tujuh hari ke depan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah dan dapat memicu genangan maupun peningkatan debit air sungai.
Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudy Haryanto mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 17.10 WIB, curah huan di Kota Bandar Lampung mencapai 14,8 mm dengan status waspada.
“Curah hujan yang terjadi saat ini berpotensi meningkatkan debit air permukaan, terutama di kawasan dataran rendah dan wilayah dengan drainase yang kurang optimal. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat karena dapat memicu genangan hingga aliran permukaan,” katanya.
Menurutnya, sejumlah kecamatan yang berpotensi terdampak antara lain Kedaton, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Panjang, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, Telukbetung Selatan, Telukbetung Barat, Telukbetung Utara, Rajabasa, Tanjung Senang, Sukabumi, Labuhan Ratu, Way Halim, Langkapura, Enggal, Kedamaian, Telukbetung Timur, Bumi Waras dan wilayah sekitarnya.
BACA JUGA:BMKG Update Peringatan Dini Cuaca Lampung: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Lamsel hingga Lamtim
Selain genangan di permukiman dan ruas jalan, cuaca buruk juga dapat menyebabkan jarak pandang menurun serta kondisi jalan menjadi licin yang berisiko mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna kendaraan.
Rudy mengungkapkan, pada periode 21 hingga 27 Mei 2026, dinamika atmosfer di wilayah Indonesia turut mendukung terbentuknya awan hujan, termasuk di Provinsi Lampung. Salah satunya dipengaruhi fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada di fase 4 atau Maritime Continent.
“Kondisi MJO tersebut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumatra bagian utara hingga selatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 mb di wilayah Lampung bagian utara dan barat juga terpantau berada pada kategori sedang hingga tinggi.
BACA JUGA:Update Cuaca Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Potensi Terjadi Hampir Se-Lampung
" Kondisi tersebut diperkuat oleh anomali suhu muka laut yang hangat di Samudera Hindia barat Sumatra dengan kisaran minus 2,0 hingga plus 2,5 derajat Celsius yang mendukung proses konveksi atau pembentukan awan hujan," terangnya.
BMKG juga mendeteksi adanya daerah konvergensi yang terbentuk di wilayah Pesisir Utara Aceh, Selat Malaka, Sumatra Utara, Sumatra Barat hingga perairan barat Bengkulu sampai Lampung. Sementara daerah konfluensi terpantau berada di Samudera Hindia barat Lampung.
Menurut Rudy, kombinasi faktor atmosfer global dan lokal tersebut membuat wilayah Lampung berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

