Dampak Rupiah Anjlok, Harga Onderdil Kendaraan di Desa Ikut Naik
Harga onderdil naik efek melemahnya nilai tukar rupiah ýang tembus diangka Rp18.000, Minggu, 7 Juni 2026.-Foto dok Ardian Mukti/ RLMG-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor otomotif. Sejumlah bengkel motor di wilayah Mesuji mengeluhkan kenaikan harga spare part kendaraan roda dua dalam beberapa waktu terakhir.
Salah seorang pemilik bengkel motor di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Agus (30), mengatakan beberapa komponen seperti ban, oli, kampas rem, dan suku cadang lainnya mengalami kenaikan harga.
“Kenaikan memang ada. Beberapa spare part dan oli sekarang harganya cukup tinggi dibanding sebelumnya,” katanya, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Agus, kondisi tersebut membuat pihaknya harus lebih selektif dalam menyediakan produk untuk konsumen. Ia mengaku kini lebih banyak menyediakan merek dengan harga yang lebih terjangkau, sementara produk dengan harga tinggi dibatasi stoknya.
“Kalau ada merek yang harganya kompetitif atau lebih murah tetapi kualitasnya masih bagus, itu yang lebih banyak kami sediakan. Untuk yang mahal tetap ada, tetapi jumlahnya tidak banyak,” katanya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga di tingkat bengkel tidak bisa dihindari karena harga dari distributor juga ikut naik. Besaran kenaikannya bervariasi, seperti oli yang sebelumnya dijual Rp50 ribu kini menjadi Rp80 ribu. Sementara harga ban naik dari Rp145 ribu menjadi Rp180 ribu.
BACA JUGA:Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok Hari Ini, Simak Prediksi Pasar untuk Besok
Selain oli, sejumlah suku cadang lain juga mengalami kenaikan harga, seperti busi, bearing, ban dalam, oli gardan, bohlam, seal sokbreker, dan kampas rem.
“Sekarang konsumen lebih fokus pada perawatan wajib seperti ganti oli rutin dibanding mengganti komponen lain yang masih bisa dipakai,” jelasnya.
BACA JUGA:Rupiah Semakin Dekat ke Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebab Pelemahannya
Sementara itu, pemilik sepeda motor lainnya, Anggara, mengaku keberatan dengan kenaikan harga oli dan onderdil kendaraan. Sebagai pedagang roti keliling, ia sangat bergantung pada sepeda motor untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Tentu sangat berat. Apalagi sepeda motor saya sudah tua, jadi harus sering ganti oli,” ujarnya.
Menurutnya, biaya perawatan kendaraan kini semakin membebani karena motor yang digunakannya membutuhkan perawatan lebih sering. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

