Bahlil Tegaskan Munas HIPMI Harus Hasilkan Tiga Keputusan Strategis

Bahlil Tegaskan Munas HIPMI Harus Hasilkan Tiga Keputusan Strategis

Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bahlil Lahadalia.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID - Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII 2026 di Novotel Bandar Lampung tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang pemilihan Ketua Umum.

Dalam sambutannya pada pembukaan Munas HIPMI XVIII, Rabu 10 Juni 2026 sore, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menyebut sedikitnya ada tiga keputusan besar yang harus dihasilkan forum tertinggi organisasi pengusaha muda tersebut.

"Munas HIPMI tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang pemilihan Ketua Umum semata. Minimal ada tiga keputusan besar yang harus dilakukan dalam Munas," kata Bahlil.

Tiga keputusan penting Munas HIPMI, yaitu menilai laporan pertanggungjawaban Ketua Umum; menyusun dan menetapkan program kerja organisasi; serta, memilih Ketua Umum periode berikutnya.

BACA JUGA:BEM FTIK Universitas Teknokrat Tanam Seribu Pohon Mangrove di Pesisir Sidodadi

Menurut Bahlil, ketiga agenda tersebut harus berjalan seimbang agar HIPMI tetap menjadi organisasi kader yang melahirkan entrepreneur berjiwa nasionalis, patriotik, dan cinta tanah air.

"Jangan hanya memikirkan pemilihan Ketua Umum saja, hal yang lainnya juga harus dipikirkan," tegasnya.

Bahlil mengingatkan bahwa HIPMI didirikan dengan semangat pengkaderan yang kuat. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tujuan organisasi disebut untuk mencetak kader-kader entrepreneur yang memiliki semangat kebangsaan.

Ia menilai dinamika kompetisi di HIPMI merupakan bagian dari proses membangun kepemimpinan.

BACA JUGA:Perjuangan Melawan Gagal Ginjal, Sumarni Rasakan Manfaat Nyata Program JKN

"Kader harus berproses. Kalau kita ingin mencari proyek atau peluang bisnis, kita harus fight. Kita harus berkompetisi," ujarnya.

Mantan Ketua Umum HIPMI itu juga mengisahkan pengalamannya ketika maju sebagai calon ketua umum. Ia harus berkeliling daerah selama hampir satu tahun dan menghadapi dinamika dukungan yang naik turun.

"Saya lihat muka para calon ketua umum ini semuanya sudah pucat. Jangan-jangan malah tim suksesnya yang lebih dulu sukses daripada caketumnya," katanya disambut tawa peserta Munas.

Namun, Bahlil menekankan bahwa proses kompetisi itu penting untuk membentuk mental pemimpin yang tangguh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: