Ting...! QRIS BRI Mengubah Cara Berbelanja di Lapak Semangka Gendhis

Ting...! QRIS BRI Mengubah Cara Berbelanja di Lapak Semangka Gendhis

Konsumen Lapak Semangka Gendhis di Jl Komarudin, Rajabasa saat melakukan pembayaran melalui QRIS BRI di etalase kaca.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

Di tengah hujan di Jalan Komarudin, Rajabasa, transaksi di Lapak Semangka Gendhis berlangsung tanpa uang tunai. Melalui QRIS BRI, pembayaran menjadi lebih cepat, praktis, dan aman, sekaligus menjadi gambaran semakin meluasnya digitalisasi transaksi di kalangan UMKM.

Laporan : Prima Imansyah Permana/Bandarlampung 

Hujan yang mengguyur Kota Bandarlampung sejak Sabtu (13/6) pukul 10.30 WIB belum juga reda ketika jarum jam menunjukkan pukul 12.30 WIB. Rintik air terus membasahi Jalan Komarudin, Rajabasa. Kendaraan melintas perlahan membelah genangan, sementara beberapa pengendara sepeda motor memilih berteduh di bawah rindangnya pepohonan.

Di sebelah kanan jalan dari arah Jalan Kapten Abdul Haq, tepat di pagar belakang Politeknik Negeri Lampung (Polinela), berdiri Lapak Semangka Gendhis. Kios sederhana berukuran sekitar 8 x 4 meter itu tetap ramai didatangi pembeli meski cuaca kurang bersahabat.

Puluhan semangka memenuhi hampir seluruh sudut kios. Buah berukuran kecil hingga besar tersusun rapi di rak kayu dan di lantai berlapis keramik agar tidak mudah pecah. Di bagian depan, sepotong semangka yang telah dibelah memperlihatkan daging buah merah menyala, seolah mengundang siapa saja yang melintas untuk berhenti.

Di tengah suasana itu, Siti Andini (28) datang memilih semangka. Sugeng (21), penjaga kios, mengangkat buah pilihannya ke atas timbangan digital.

"Yang ini Rp10 ribu per kilogram, yang besar Rp12 ribu. Yang besar-besar ini dijamin manis, Mbak," katanya.

Jarum timbangan berhenti di angka yang membuat harga semangka itu menjadi Rp20 ribu.

Sugeng memasukkan semangka ke kantong plastik. Namun, pemandangan berikutnya berbeda dari transaksi yang selama bertahun-tahun lazim ditemui di warung tradisional.

Tak ada uang tunai berpindah tangan. Tak ada penjual sibuk menghitung lembaran rupiah ataupun mencari uang receh sebagai kembalian.

Sugeng hanya mengarahkan papan QRIS BRI yang ditempel di depan etalase.

Siti mengeluarkan telepon genggam, membuka aplikasi mobile banking, memindai kode QR, lalu memasukkan nominal pembayaran.

"Ting..."

Bunyi notifikasi dari Merchant App memecah suara hujan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait