Diduga Akan Diceraikan Sang Istri, Pria di Way Kandis Dua Jam Bertahan di Puncak Tower

Diduga Akan Diceraikan Sang Istri, Pria di Way Kandis Dua Jam Bertahan di Puncak Tower

Basarnas Lampung saat mengevakuasi pria yang nekat memanjat tower telekomunikasi di Way Kandis, Bandar Lampung, Rabu, 24 Juni 2026.-Foto ist-

RADARLAMPUNG.CO.ID-Suasana di kawasan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung mendadak ramai pada Rabu, 24 Juni 2026.

Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi setelah melihat seorang pria berdiri di atas tower telekomunikasi setinggi puluhan meter.

Salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, Andi (34), mengaku sempat mengira pria itu merupakan teknisi yang sedang melakukan pekerjaan di atas tower. Namun, kecurigaan mulai muncul setelah pria tersebut terlihat berada di lokasi yang sama dalam waktu cukup lama.

"Awalnya saya kira petugas tower yang sedang bekerja. Tapi makin lama kok tidak turun-turun. Warga mulai berkumpul karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Menurutnya, situasi sempat membuat warga cemas. Beberapa orang berusaha mengawasi dari bawah sambil menunggu petugas datang untuk melakukan penanganan.

Dirinya juga menyebutkan jika ýang bersangkutan diduga melakukan hal tersebut lantaran digugat cerai oleh sang istri.

"Katanya dia digugat cerai sama istrinya, jadi dia naek kesana mau bunuh diri," katanya

BACA JUGA:Sekda Lamteng Jadi Tersangka, Plt Bupati: Kami Ikuti Aturan ASN dan Tunggu Surat Resmi

Pria tersebut belakangan diketahui bernama Mursalin Candra (25). Ia diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan memanjat tower telekomunikasi yang berada di wilayah Way Kandis.

Informasi mengenai kejadian itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung dari Bhabinkamtibmas setempat pada pukul 10.13 WIB.

 Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Lampung langsung menyiapkan personel dan peralatan penyelamatan untuk diterjunkan ke lokasi.

Tim diberangkatkan pada pukul 10.55 WIB dengan membawa perlengkapan vertical rescue serta peralatan pendukung lainnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, petugas tiba di lokasi pada pukul 11.40 WIB.

Setibanya di lokasi, tim rescue langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang telah lebih dahulu berada di tempat kejadian. Petugas kemudian melakukan asesmen untuk menentukan langkah penyelamatan yang paling aman.

BACA JUGA:SPMB SMA/SMK Negeri Diumumkan, Disdikbud Lampung Minta Maaf kepada Siswa Tak Lolos

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait