Dukung Konsorsium PTN-PTS, Teknokrat Siap Ambil Peran dalam Program Strategis Kemdiktisaintek

Dukung Konsorsium PTN-PTS, Teknokrat Siap Ambil Peran dalam Program Strategis Kemdiktisaintek

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Nasrullah Yusuf SE.MBA-Foto dok UTI.-

RADARLAMPUNG.CO.ID– Universitas Teknokrat Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam berbagai program kolaboratif yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), termasuk pembentukan konsorsium perguruan tinggi yang diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor Teknokrat Nasrullah Yusuf saat menghadiri Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah II yang berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam forum tersebut, Nasrullah menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam memperkuat hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun melalui konsorsium dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi kampus terhadap pembangunan di berbagai sektor.

Ia juga mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

BACA JUGA:Mahasiswa Teknokrat Tampilkan Konsep Smart Village Terintegrasi di Innovation Expo 2026

"Kampus memiliki tanggung jawab untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda agar dapat mengenyam pendidikan tinggi. Program-program yang disiapkan pemerintah perlu mendapat dukungan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDikti Wilayah II, Iskhaq Iskandar, menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek terus berupaya memastikan penyaluran KIP-K berjalan tepat sasaran. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi calon mahasiswa yang berasal dari kelompok ekonomi desil 1 hingga desil 4.

Menurutnya, kondisi ekonomi masih menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, perguruan tinggi diminta berperan aktif dalam memastikan proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara akurat dan transparan.

BACA JUGA:Mahasiswa Akuntansi Universitas Teknokrat Latih Keterampilan Telephoning Siswa SMKN 1 Tegineneng

Selain membahas akses pendidikan, rapat kerja juga menyoroti rencana pembentukan konsorsium perguruan tinggi di setiap provinsi yang berada di bawah wilayah kerja LLDikti II.

Program tersebut merupakan arahan langsung Kemdiktisaintek untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan nasional maupun daerah.

Konsorsium akan difokuskan pada empat sektor utama, yakni ketahanan pangan, energi, pengelolaan sumber daya air, serta digitalisasi dan data.

Dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi diharapkan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan kementerian terkait agar program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA:BEM FTIK Universitas Teknokrat Tanam Seribu Pohon Mangrove di Pesisir Sidodadi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait